Senin , November 30 2020
Home / Daerah / Tokoh Agama Berikan Restu Terhadap Pasangan AST-Aris Kalma
Imam Masjid Bukku, KH Hasan Usi berbincang dengan calon bupati Majene, H.Andi Achmad Syukri Tammalele beberapa waktu lalu. foto:ghalib

Tokoh Agama Berikan Restu Terhadap Pasangan AST-Aris Kalma

Darmansyah Nilai Aris Sosok Figur Pemimpin Panutan Kalangan Millenial

Budayawan Mandar, Drs.Darmansyah

MAJENE – Sosok Arismunandar Kalma ingin melibatkan peran masyarakat, tokoh agama, khususnya kaum pemuda dalam pembangunan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dimasa depan. Dimana mantan birokrat muda ini memilih jalur politik untuk mendampingi calon bupati Andi Achmad Syukri Tammalele maju pada ajang kontestasi politik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Majene pada 9 Desember 2020.

Arismunandar yang juga putra sulung Kalma Katta yang juga mantan Bupati Majene selama 10 tahun, dikenal pribadi yang begitu santun. Aris sosok yang taat beribadah dan begitu mencintai keluarganya. Arismunandar sapaan akrab Aris memantapkan diri maju di Pilkada dinilai oleh para ulama, budayawan maupun kaum milenial adalah langkah tepat untuk menciptakan iklim politik dan pemerintahan bersih dan teduh melayani.

Budayawan Mandar,  Drs. Darmansyah yang juga Mantan Ketua DPRD Majene mengatakan, figur Arismunandar patut untuk didukung untuk menjadi pemimpin didaerah ini. Sebab selain didukung masyarakat Majene, kedua figur calon pemimpin itu baik Andi Achmad Syukri Tammalele dan Arismunandar (AST-Aris) saat ini begitu dicintai para ulama.

“Saya banyak mengenal dekat kepribadian pak Arismunandar. Ada hal yang membuat ia takjub terhadap sosok pak Arismuandar selaku anak pejabat yang memimpin daerah kita selama 15 tahun oleh Pak Kalma Katta (5 tahun wakil bupati dan 10 tahun bupati). Masyarakat harus tahu, apakah Arismunandar pernah urus proyek? maka saya harus katakan beliau tak pernah mencampuri urusan pemerintahan. Bahkan, Arismunandar sangat sederhana dan malah memilih tinggal bersama tantenya dirumah keluarganya di Saleppa. Aris memilih tidak ikut menetap di rujab selama 15 tahun. Ini sikap yang patut diteladani oleh generasi muda dimasa depan. Jangan seperti anak pejabat negara lainnya, sudah banyak mencampuri urusan pemerintahan,” katanya.

Darmansyah yang juga politisi Partai Amanat Nasional (PAN) mendengar sendiri bahwa Arismunandar inginkan kondisi yang teduh di Bumi Assamalewuang. Baik figur Andi Achmad Syukri Tammalele maupun Arismunandar tentu tidak ingin ada perpecahan di antara umat disebabkan kontestasi politik.

Dengan begitu, kondisi Majene sebagai kota religi, berbudaya dan berpendidikan tentu akan teduh jika rakyat dipimpin figur yang memiliki akhlak dan budi pekerti yang luhur sesuai dengan budaya kita di Tanah Mandar.

Calon Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele saat bersama KH Hasan Usi beberapa waktu lama

Begitupun pandangan tokoh agama KH Hasan Usi yang juga imam besar Bukku juga merestui majunya pasangan AST-Aris yang diharapkan menjadi pengayom menuju masyarakat Majene yang religius.`

“Program pembangunan rumah Tahfidz Qur’an setiap kecamatan adalah rencana yang sungguh mulia untuk membumikan Alqur’an ditanah Mandar. Insya Allah, rencana mulia itu akan mendapat rahmat dan hidayah-Nya sehingga masyarakat Majene tergerak hatinya guna memberikan dukungannya di Pilkada Majene yang tinggal menyisahkan beberapa hari kedepan. Atas nama pribadi dan keluarga akan mendoakan kedua figur ini untuk menjadi pemimpin pemerintahan serta ummat manusia yang ada di Majene,” tutur KH Hasan Usi beberapa waktu lalu. ***

PENULIS ACHO ANTARA

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!