TPI Battayang Majene Prihatin, Penjual Ikan Harap Diperbaiki

Majene, – Kondisi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Battayang, kecamatan Banggae, kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) kini terlihat sarana dan prasarana yang memprihatinkan, dan juga penjual ikan terpaksa menjual di dekat jembatan.

Stang penjualan ikan berdiri nampak sudah tua, dengan atap terpal seadanya, juga seng yang masih tersisa kini sudah banyak rusak. Para penjual ikan sebagian terpaksa menjual di jembatan karena tidak ada tempat pelelangan ikan bagi mereka.

Sebelumnya, beberapa stang penjualan ikan itu berada di bangunan pelelangan ikan, namun karena tidak cukup akhirnya dia terpaksa membuat stang sendiri yang berdekatan dengan TPI. Di bangunan TPI saat ini banyak di isi oleh penjual sayuran.

Ada sekitar kurang lebih 20 stang yang berdiri, namun tempat tersebut tidak semua penjual bisa memanfaatkannya. Kemudian, stang itu juga didirikan hasil dari swadaya masyarakat.

“Stang ini kami bangun hasil dari swadaya para pedagang ikan,” kata Jusmia, Selasa (19/02/2022).

Jusmia membeberkan bahwa terdapat stang penjualan ikan yang dibangun hasil swadaya masyarakat Rp 2.000 per hari sampai stang itu bisa digunakan untuk menjual. Namun, sebagian stang tersebut terkena ombak abrasi pantai, sehingga masyarakat takut untuk menempatinya.

“Pedagang ikan takut menempati stang itu, karena dikhawatirkan tempat tersebut jatuh ke laut,” paparnya.

Hal senada juga dikatakan oleh ibu Isa yang juga menjual ikan di pinggir TPI itu.

“Iya, banyak penjual ikan terpaksa menjual dekat di jembatan karena mereka tidak punya tempat, dan juga ada stang yang takut ditempati,” tutur ibu Isa.

Penjual ikan Jusmia berharap kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Majene agar memperhatikan dan menambah mendirikan tempat penjualan ikan.

“Kami berharap tempat kami diperbaiki dan dibangunkan juga stang supaya tidak ada lagi yang menjual di jalanan,” harapnya.

Menurut Jusmia, sebelumnya tim Bupati Majene pernah berkunjung ke TPI tersebut pada tahun 2021, dan ia berkata bahwa TPI akan dibenahi.

Kondisi lain, di TPI itu juga terlihat kotor karena tidak ada petugas kebersihan di sana, sebenarnya dulu petugas kebersihan ada karena para pedagang membayar uang retribusi keberhasilan.

“Dulu ada petugas kebersihan karena kami pedagang membayar Rp 1.000 per hari, tapi sekarang sudah tidak ada lagi,” tutur Jusmia. (MS05/C)

Penulis : Budi Pratama
Editor : Irwandi
Produksi : Mediasulbar.com

Rekomendasi Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button