Senin , November 30 2020
Home / Daerah / Undang Pengusaha Luar, AST : Kami Konsisten Berdayakan Pekerja Lokal

Undang Pengusaha Luar, AST : Kami Konsisten Berdayakan Pekerja Lokal

Majene – Calon Bupati Majene nomor urut 2, Andi Syukri Tammalele, menolak tudingan dikatakan tidak konsisten dengan issue pekerja lokal dalam bingkai Majene Rumah Kita. Ia mengatakan ketika kita mengundang investor luar, wajib hukumnya menggunakan tenaga lokal sebagai pekerjanya.

AST menjelaskan pada beberapa bidang kita tidak memiliki investor lokal, misalnya pertambangan. ” Kita mengundang pengusaha Majene yang ada di luar untuk masuk ke majene tapi dengan kewajiban menggunakan pekerja lokal, kalau pekerjanya bukan orang Majene, kita tolak”, kata Mantan Kepala Dinas Pertambangan Mamuju itu, senin (16/11/2020).

Menurutnya, yang terjadi selama ini adalah, beberapa kontraktor dari luar yang mengerjakan proyek di Majene tukang dan buruhnya juga dari luar Majene, padahal di Majene ini masih banyak tukang yang kerjanya bagus. Pasangan AST-Aris tidak menginginkan yang seperti itu, karena Majene adalah Rumah Kita.

AST melanjutkan, pada bidang pertanian, kita bisa membangun pabrik hasil pertanian, misalnya pabrik pengolahan jagung. Di majene sudah banyak yang menanam jagung, jadi kita sudah harus memikirkan industrialisasi hasil pertanian. Kalau pasarnya jelas, petani kita di majene akan semakin giat menanam. Itu artinya kita memberdayakan petani lokal, dan tentunya pekerja di pabrik juga harus orang lokal.

Pada bidang perdagangan, Majene di kenal sebagai sentra produksi ikan. Investor bisa membangun gudang berpendingin atau cold storage untuk membekukan ikan agar kualitas ikan terjaga. Selain menampung ikan untuk di ekspor, cold storage juga bisa menyimpan ikan ketika produksi nelayan melimpah, dan ikannya di keluarkan saat produksi ikan berkurang. Ini bertujuan untuk menstabilkan harga ikan, yang tentunya memberi keuntungan besar pada nelayan.

Jadi tujuan utama mengundang investor adalah, bagaimana memasukkan uang dari luar untuk memberdayakan masyarakat Majene. Bukan sebaliknya, uang yang ada di Majene dibawa keluar oleh pekerja dari luar.

Jika hal ini terjadi, pihak swasta turut membantu kesejahteraan masyarakat Majene, sementara dana pemerintah bisa di alokasikan lebih besar lagi pada sektor pendidikan dan kesehatan, misalnya meningkatkan beasiswa mulai dari SD hingga perguruan tinggi bahkan sampai S3. Dan di sektor kesehatan kita meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.***

Penulis:bjs

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!