Utak-Atik Sila Pancasila, Gubernur Sulbar Dikritik Habis Pembaca Kompas.com

Mamuju – Lagi-lagi gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar (ABM) menjadi sorotan publik di tanah air terkait klarifikasinya atas kekeliruannya membaca teks Pancasila saat menjadi inspektur upacara Hari Pahlawan 10 November 2017.

Klarifikasi ABM atas kesalahannya membaca teks Pancasila diungkapkan pada acara Pesta Dialog Kebangsaan yang dimotori Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Kabupaten Polewali Mandar belum lama ini.

Klarifikasi ini bukan mendapat pujian, tapi malah menjadi cemoohan dan bahkan mendapat retting terpopuler pada laman berita Portal Nasional Kompas.com dengan judul “Akui Salah Baca Teks Pancasila, Gubernur Sulbar Usulkan Rombak Urutan Sila”
Pemberitaan ABM terkait rombak sila Pancasila pada media Kompas.com menjadi bahan perbincangan hangat di tengah masyarakat, bukan tanpa alasan, dalam isi berita ABM yang saat itu menghadiri kegiatan yang dilaksanakan oleh PMII mengatakan, kesalahan itu karena terobsesi ingin mendekatkan sila pertama dengan sila kelima Pancasila yang dinilainya terlalu berjarak.

Ia menilai, maraknya aksi terorisme, radikalisme, dan aksi kekerasan lainnya di Tanah Air salah satunya disebabkan jarak sila pertama dengan sila kelima terlalu jauh.

“Saya salah ucap, sila kedua di bawah sila kelima, kenapa? Karena saya selalu berpikir radikalisme, terorisme, komunisme, aksi demo, dan persoalan lainnya karena masih terlalu jauh antara sila pertama dengan sila kelima Pancasila,” kata Ali Baal di depan ratusan aktivis PMII ini.

Setidaknya hingga kini terdapat 90 komentar netizen pada laman Kompas.com diantaranya datang dari AaThio Setiono WaeCeunah berpendapat bahwa Sila dalam Pancasila merupakan urutan proses menjadi masyarakat yang adil dan makmur, diawali”setiap orang harus bertuhan”, kedua “harus menjadi orang yang adil dan beradab”, ketiga “mereka harus bersatu”, keempat “harus bermusyawarah” untuk kelima”keadilan sosial bagi seluruh rakyat”.

Begitupun komentar Alex Indra memberikan komentarnya “Kalau Udah Salah Ya Salah, Gak Usah Pake Ngubah Sejarah Yang Ada,,Bilang Aja Kalo Ngak Hapal,,,Pejabat Jaman Now#miris_Indonesiaku#mipassiriorangsulbar#

Kritikan pedas juga dilontarkan Zainal Abidin Bay pada laman portal Kompas.com dituliskan hahaha beliau berpikir sila satu dan lima berjarak karena menimbang aksi radikalisme, tidak sadar bahwa dengan merubah sila adalah radikalisme terhadap dasar negara (konstitusi)

Demikian halnya lontaran Nkong Bolot “Gubernur kok goublok banget sih ? zaman orba udah dicopot tuh jadi gubernur. (acc)

Rekomendasi Berita

Back to top button