Kamis , Juni 4 2020
Home / Adventorial / Virus Covid-19 Semakin Meluas, Gubernur Pantau Ketersediaan Bahan Pangan

Virus Covid-19 Semakin Meluas, Gubernur Pantau Ketersediaan Bahan Pangan

Advedtorial
Mamuju — Di tengah merebaknya wabah virus covid-19, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar melakukan pantauan ketersediaan bahan pangan di Pasar Lama Mamuju, Sabtu, 21 Maret 2020. Kemudian dilanjutkan di Hypermart Mall Town Square Mamuju
” Ini dilakukan untuk memantau ketersediaan bahan pangan dan bahan lainnya karena laporan dari masyarakat tentang kenaikan harga bahan pokok dan bahan lainnya yang cukup meresahkan masyarakat. Kami imbau kepada masyarakat jangan ada yang memanfaatkan situasi ini, sengaja menimbun barang sehingga mahal,” kata Ali Baal Masdar.
Ia juga berharap kepada masyarakat untuk tidak panik dan tetap waspada serta mengurangi aktivitas di luar rumah
” Kita juga kasi lurus informasi liar yang merebak di masyarakat , karena ada laporan pasar akan ditutup karena corona.Itu tidak benar.Tetap waspada dan jaga pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Kepala Badan Penaanggulangan Bencana Daerah Sulbar, Darno Majid yang turut mendampingi Gubernur Sulbar melakukan pantauan menyampaikan , Pemprov Sulbar telah melakukan sejumlah penanganan dalam rangka memperkecil peluang masuknya Covid -19 di Provinsi ke 33 Sulawesi Barat, antara lain BPBD Sulbar telah membentuk posko pencegahan Covid-19 Public Safety Center (PSC) di perbatasan Provinsi Sulsel-Sulbar dan Sulteng-Sulbar.
” Sesuai arahan Gubernur , kita sudah membuat posko di kabupaten antara Pinrang dan Polman yang bekerja sama dengan BPBD, TNI dan Polri begitupun dengan perbatasan Palu dan Sulbar kita juga sudah buat posko pencegahan, yang dilengkapi alat pengukur suhu tubuh, jika terdapat warga yang positif kita perintahkan agar segera kembali dan tidak dapat memasuki Sulbar,” kata Darno Majid
Terkait ketersediaan bahan pangan, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Sulbar, Amir Maricar juga menyampaikan, Pemprov Sulbar sudah membuat surat edaran Gubernur, terkait jaminan penerintah terhadap ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat Sulawesi Barat, seperti beras, gula pasir dan lainnyaa. Meski demikian, Ia mengakui, saat ini, saat ini gula pasir mengalami kelonjakan dikarenakan stok bahan baku gula pasir kurang, sehingga menyebabkan pembatasan dan distributor gula pasir.
” Dalam surat edaran Gubernur, masyarakat dihimbau tidak panik dan tidak belanja berlebihan.Pemprov Sulbar menjamin kebutuhan bahan pokok , dan kami sudah menghubungi distributor gula di Makassar dan menyampaikan keterbatasan persediaan gula pasir di pasaran.Dan jangan khwatir, minggu depan, Kementrian Perdagangan akan mengimpor 150 ribu ton gula pasir yang akan meredam keterbatasan gula di pasaran ,” kata Amir Maricar.

Selain peninjaun pasar lama dan hypermart, Gubernur Ali Baal Masdar juga meninjau bangunan bangunan lama RSUD Sulbar yang rencananya akan digunakan sebagai tempat untuk karantina pasien yang terindikasi virus covid-19.
” Gedung ini akan dijadikan pusat karantina, jadi kalau dia pasien yang dalam pemantauan ia masih harus dirumahkan, kemudian kalau dia pasien Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dia harus dikarantina disini,” kata dr. Indahwaty, Direktur RSUD Regional Sulbar
Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, dr.Muhammad Alif, dalam melakukan penanganan dan pencegahan mengemukakan, Dinkes Sulbar telah melakukan pelatihan persiapan penaganan Covid -19 bagi tenaga medis Sulbar, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya ekskalasi serangan virus ke Sulbar.
” Untuk saat ini standar SOP sudah berubah lagi, bahwa semua orang dengan pemantauan (ODP) harus diambil, itu sebabnya dengan melihat tenaga medis kita cuma beberapa orang sekarang tidak akan sanggup, maka dari itu kita melakukan pelatihan dan sekarang sudah masuk tiga angkatan,”sebutnya.(farid)

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!