Wabup Majene Menghadiri Rapat Monev PKH

Laporan : Budibento

Majene – Pelaksana Program Keluarga Harapan ( PPKH ) Kabupaten Majene, Sulbar melaksanakan Rapat monitoring dan Evaluasi ( Monev ) di Hotel Hamasi Kelurahan Baurung Kec. Banggae timur, Senin, 12 Juli 2021.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk membahas sejumlah progres kegiatan, hasil capaian, dan permasalahan kegiatan lapangan baik yang sifatnya tekhnis maupun non tekhnis. Hal tersebut dianggap penting sebab kaitannya dengan Busines process program.

Hadir dalam kegiatan ini, antara lain, wakil Bupati Majene, Kepala Dinas Sosial, Kepala bidang Linjamsos, Pimpinan BNI dan staf, Camat Banggae, Camat Banggae timur, Koordinator PKH Kabupaten Majene, Koorcam, serta seluruh pendamping PKH se kabupaten Majene.

Acara dimulai dengan pengantar dari Koorkab PKH Majene, Ahmad Hirman. Dalam pengantarnya, Koorkab menyampaikan tentang pentingnya persoalan data KPM pada aplikasi Siks Ng. Dirinya berharap agar bisa segera dilakukan perbaikan, sehingga dapat sinkron dengan Dinas Catatan sipil ( Capil ).l sebagai akurasi data KPM bisa dipercaya Validitasnya.

Muh. Djafar selaku kepala dinas sosial juga menyampaikan beberapa hal penting Kepada seluruh SDM PKH Majene, di antaranya profesionalisme dalam berkegiatan. Kadis berharap agar dapat bekerja dengan baik dan benar, khususnya dalam hal persolan data. Sebab menurutnya, saat ini, dinas sosial juga sementara melakukan perbaikan data melalui Operator DTKS.

“Ada sekitar 29 ribu DTKS kita yang dikembalikan oleh pusdatin, oleh karena ketidak sinkronan data NIK, dan KK. Sehingga harus segera diperbaiki.”Ucap kadis.

Kadis sosial berharap kepada para camat, agar DTKS di desa dan kelurahan memiliki kerahasiaan, sebab hal itu tidak boleh diberikan sembarang kepada siapa pun sebelum ada surat pertanggung jawaban mutlak atau ( SPJM ).

Kedepannya, kadis sosial menegaskan agar smua Oprator DTKS memiliki kredibilitas serta punya kemampuan dalam melakukan verifikasi, sebab data tersebut bukan untuk disebar luaskan sebelum Valid dengan benar.

Harapannya, kepada para lurah dan camat agar, dapat bekerjasama dengan pendamping PKH dalam hal koordinasi data. Dirinya berharap agar bisa membantu SDM PKH saat datang berkunjung ke kantor, serta bisa melayani dengan ikhlas.

Senada dengan hal itu, Kepala bidang Linjamsos Heri Julianto mengatakan bahwa persoalan olah data ini adalah domain pusat, bukan dinsos kabupaten, sebab dinsos hanyalah pengguna data bukan pemilik atau sumber data. Namun bgitu, beliau tetap melayani masukan atau pun keluhan selama ini, karena menurutnya dinsos sosial memang tempatnya orang susah.

Sehingga membutuhkan kesabaran dalam bekerja. Olehnya itu, Kabid mengajak kepada setiap pendamping PKH agar dapat bekerja dengan ikhlas, melayani sepenuh hati dan bekerja dengan senyuman, karena melayani dengan senyuman, dapat merubah suasana hati seseorang. “Ucap Kabid yang akrab disapa mas Heri.

Memasuki acara inti, acara pembuka dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, mars PKH, dan yel yel PKH, dilanjutkan pada sesi dialog bersama wakil bupati majene, Aris Munandar.

Kadis menyampaikan rasa terima kasih, sebab wakil bupati berkenan hadir dalam acara tersebut, dan menyampaikan beberapa hal penting, diantaranya permohonan dana sharing APBD dan fasilitas pendamping PKH. Kadis berharap kepada wakil bupati agar pada APBD perubahan bisa di berikan anggaran 5 persen dari total bantuan Kemensos ke kabupaten Majene.”ucapnya.

Ia mengakui, sudah pernah mengusulkan hal tersebut dalam RKA dinsos, diantaranya Program pelabelan rumah miskin. Namun pada saat itu DPRD menolak.dengan alasan kurang menyetujui dengan kata miskin.” Ungkap kadis.”

Dalam.sambutannya, Wakil Bupati Majene, Arismunandar selaku ketua Tim Koordinasi Penurunan Kemiskinan Daerah ( TKPKD ) menyampaikan harapan besar terhadap dinas sosial atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Dirinya mengajak kepada seluruh lurah dan camat agar dapat membantu menurunkan angka kemiskinan di kabupaten Majene saat ini.

Wakil bupati berkomitmen agar perseoalan kemiskinan ini bisa berkurang, bukan malah bertambah terus.

Menanggapi pernyataan kadis sosial, wakil bupati menyampaikan apresiasi dan dukungan dalam hal penganggaran. Akan tetapi, beliau berharap komitmen ini harus jelas dalam juknis atau pun surat dari Kemensos.

“Insya Allah, Pemda siap memberikan perhatian kepada seluruh pendamping PKH di Majene, jika juknis nya jelas, nanti APBD perubahan bisalah itu dimasukkan” Ucap wakil bupati kepada kadis sosial yang disambut applaus meriah dari seluruh seluruh SDM PKH.

Iya, insya Allah, pak kadis silakan buat juknisnya untuk disampaikan ke pak bupati..” tutupnya..**

Rekomendasi Berita

Back to top button