Wabup: Nelayan Majene Membutuhkan Inovasi Pengembangan Sektor Kelautan

Majene,  – Wakil Bupati Majene Arismunandar membuka kegiatan Focus Group Discusion (FGD) Kelembagaan dan Kebijakan Konsep di Kabupaten Majene.

Acara yang dilaksanakan di Ruang Wakil Bupati Majene pada 22 Juli 2022 itu bertujuan untuk menggali problematika sistem bagi hasil nelayan tangkap (sawi) yang memiliki posisi tawar yang lemah dalam usaha perikanan tangkap. Baik secara ekonomi maupun politik karena dihadapkan dengan struktur yang tidak kondusif.


Arismunandar mengatakan Majene sebagai daerah pesisir dengan berbagai sumber daya kelautan dan penduduknya yang sejak lama dikenal sebagai masyarakat yang berorientasi ke laut, berpotensi dan berpeluang mengembangkan diri sebagai daerah maritim yang maju.

“Hanya saja untuk menghadirkan kesejahteraan para nelayan di Majene membutuhkan inovasi pengembangan disektor kelautan. Salah satunya kelembagaan dan konsep kebijakan di Kabupaten Majene mengenai sistem bagi hasil antara nelayan tangkap (sawi) dengan pemilik perahu (juragan),” ujarnya, Wabup.

Ia berharap peran serta semua stakeholder untuk bekerjasama dan berkolaborasi dengan mengoptimalkan seluruh potensi SDA dan SDM serta bersama sama pemerintah dalam implementasi kegiatan pembangunan daerah.

“Kita perlu selalu bersinergi dan berkoordinasi baik dengan pemerintah pusat dan daerah hingga lembaga lembaga terkait, agar ada solusi tepat khususnya sistem bagi hasil antara nelayan tangkap dengan pemilik perahu,” harapnya.

Acara tersebut juga berkerjasama dengan Center Ff Economic Social Research Makassar. Turut hadir Asisten II Setda Majene, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, kepala Dinas LHK, Kadis Kominfo dan peserta lainnya.(adv)

Rubrik Khusus Advedtorial Dipersembahkan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Majene

 

Rekomendasi Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button