Warga Pakkola Keluhkan Drainase Kota Yang Buruk

MAJENE–  Sejumlah warga Lingkungan Pakkola, Kelurahan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menilai drainase di pinggir jalan khususnya areal pasar sentral di kota itu buruk, dan mengharapkan pemerintah setempat untuk memperbaikinya.

“Drainase di sejumlah jalan Kota Majene mulai tertimbun tanah. Termasuk kondisi drainase ini lebih tinggi dari bahu jalan. Akibatnya, ketika hujan deras air mengalir di jalan sehingga menggerusnya,” kata Mantan Kepala Lingkungan Pakkola, Fajar saat menghadiri kampanye dialogis Paslon nomor urut dua AST-Aris di Pakkola, Minggu, (8/11/2020).

Kampanye dialogis Paslon nomor urut dua AST-Aris di Lingkungan Pakkola Kelurahan Banggae.

Ia mencontohkan, jalan seputaran pasar sentral sudah tidak berfungsi normal akibat tertimbun tanah sehingga air buangan masyarakat tidak mengalir secara normal.

Selama empat tahun terakhir kata dia, sudah tidak ada kegiatan kerja bhakti untuk melakukan kegiatan gotong royong seperti ketika pak Arismunandar Kalma ketika menjabat Lurah Banggae.

“Saya yakin dan percaya kelak pak Arismunandar sosok figur pemimpin masa depan. Kami masyarakat Pakkola siap menjemput kemenangan pasangan Ast-Aris diatas angka 75 persen,” katanya.

Dari aspek kepribadian kata dia, maka ia tak sanggup mengikuti sipat-sipat yang dimiliki pak Arismunandar yang saat ini usianya masih sangat muda.

Sementara itu, calon wakil bupati Majene, Arismunandar Kalma, menyebutkan bahwa dirinya sudah tidak asing dengan masyarakat yang ada di daerah Pakkola karena ia pernah menjadi Lurah Banggae.

“Daerah Pakkola merupakan rumah kedua bagi saya. Dulu kami sering berinteraksi dengan masyarakat Pakkola. Semoga perjuangan kita di pilkada tahun ini, masyarakat bisa memberikan dukungan kepada pasangan calon nomor urut dua,” kata Arismunandar.

Aris pun berjanji, jika rakyat memberikan amanah menjadi wakil bupati Majene maka gerakan perubahan yang digaungkan selama ini akan kita wujudkan.

“Program prioritas kami adalah pemberdayaan dan penguatan ekonomi bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Ini penting agar dunia usaha bagi pengrajin maupun pelaku usaha menengah semakin berkembang,” ujarnya.***

Penulis Acho Antara

Rekomendasi Berita

Back to top button