Warga Salutahongan pertanyakan Soal Relokasi

Majene, – Sejumlah warga Dusun Salurindu Desa Salutahongan kecamatan Malunda mempertanyakan kelanjutan relokasi pasca  gempa 15 Januari 2021 lalu.

Kepada media ini, warga merasa kecewa lantaran mereka merasa di PHP, tentang janji tersebut.

Budi Salurindu selaku Sekretaris BPD, menyampaikan bahwa saat ini, pemukiman warga sangat terancam dengan kondisi pemukiman jika tidak segera direlokasi, pasalnya letak perumahan warga berada ditepi jurang, sehingga dikuatirkan jika hujan turun, terjadi longsoran pada tebing sisi kiri perumahan warga.

Mewakili warga Salurindu, dirinya berharap agar dinas terkait segera meninjau lokasi pemukiman tersebut, mengingat sudah sangat membahayakan.

Warga disini pak, kalau sudah musim hujan, berpindah ke sisi kanan. Karena sisi kiri sangat rentan longsor. Ada sekitar 10 rumah pak ini terancam roboh. “Tuturnya via voice recorder kepada media ini.

Jangankan relokasi pak, kami warga terdampak disini pak, hanya sedikit yang menerima DTH atau ( Dana Tunggu Hunian ) padahal rumah kami disini rata rata rusak berat.”Ungkapnya.

Ditempat terpisah, warga juga mengeluhkan kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki, pasalnya jalanan tersebut merupakan satu satunya jalan utama menuju pusat kecamatan.

Coba kita liat itu kondisi jembatan gantung pak yang kayunya sudah mulai lapuk, besinya juga susah berkarat, membahayakan pengendara yang melintas.” Kata warga yg tak ingin disebutkan namanya.

Kepada pemerintah kabupaten Majene, agar masalah tersebut segera di atasi melalui dinas terkait, biar warga disana juga bisa aman dan nyaman melakukan aktifitas sehari hari.

saat dikonfirmasi, sirajuddin selaku Kepala bidang BPBD, kabupaten Majene meminta hal tersebut ditanyakan ke dinas perumahan dan pemukiman ( perkim ) kabupaten Majene, Namun belum ada jawaban sampai sekarang.**

Penulis Budibento

Rekomendasi Berita

Back to top button