
Majene – Pemerintah Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, segera membentuk Pos Pembantu Pemadam Kebakaran di Kecamatan Sendana sebagai bentuk optimalisasi pelayanan publik di daerah ini. Pos ini didirikan untuk mempercepat respon penanganan kebakaran di wilayah kecamatan dan desa sekitar yang selama ini jauh dari markas Damkar induk.
Hal ini disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majene, Suardi, S.Ag,M.Pd usai mengikuti rapat koordinasi dengan Camat Sendana yang dihadiri para kepala desa dan lurah setempat, Rabu, 22/7/2026.

Suardi mengatakan, pembentukan pos pembantu ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.
“Selama ini jarak tempuh dari kota ke Sendana cukup jauh. Kalau ada kebakaran, butuh waktu lama. Dengan adanya pos pembantu ini, kita harap respon bisa di bawah 15 menit,” ujar Suardi.
Pos pembantu ini nantinya dilengkapi 1 unit mobil pemadam, peralatan APAR, dan 21 personel yang dibagi tiga regu. Selain menangani kebakaran, personel juga akan dilatih untuk evakuasi bencana dan pertolongan pertama.
Ia menjelaskan wilayah kerja pos ini mencakup 13 desa dan kelurahan. “Kami targetkan cakupan layanan bisa menjangkau puluhan ribu jiwa lebih,” jelasnya.

Kepala Desa Limbua, Saldi menyambut baik kehadiran pos damkar. “Kami sangat terbantu. Dulu kalau ada kebakaran rumah warga harus nunggu mobil dari kota. Sekarang sudah ada di kecamatan sendiri,” katanya. (Adv)




