Rabu , Februari 26 2020
Home / Daerah / Warga Sumakuyu Desak Pemerintah Segera Bangun Tanggul Pemecah Ombak

Warga Sumakuyu Desak Pemerintah Segera Bangun Tanggul Pemecah Ombak

Majene – Belasan Rumah penduduk di Dusun Sumakuyu, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, porak -poranda akibat dihantam gelombang laut dampak cuaca eksrim yang melanda perairan selat Makassar sejak dua hari terakhir di daerah Itu.

Belasan Rumah penduduk terdampak gelombang laut memicu warga harus meyelamatkan diri ke kerabat mereka.

Akibat kejadian ini, tak ada korban jiwa, namun kerugian yang dialami warga mencapai puluhan juta rupiah. Warga pun Berharap, agar pemerintahan segera membamgun tanggul Pemecah ombak untuk mengurangi dampak gelombang serta menghindari ancaman abrasi pantai.

“Kami minta pemerintahan untuk membangun tanggul pemecah ombak. Ini penting untuk menyelamatkan wilayah pesisir dari ancaman abrasi serta menyelamatkan rumah penduduk yang berada di kawasan pesisir pantai, ” kata Lukman Said yang juga politisi senior PDIP Kabupaten Pasangkayu melalui ciutannya di facebook, Senin, 13/1.

Lukman yang juga putra kelahiran Sumakuyu menyebutkan, tanggul pemecah ombak salah satu jawaban untuk mengatasi dampak musibah gelombang laut yang menerjang pemukiman penduduk di daerah Itu.
Maka dari Itu, pemerintahan daerah diharapkan segera turun tangan sebelum ancaman abrasi menggerus wilayah pemukiman penduduk.

“Insya Allah setelah balik dari Jakarta, saya akan meninjau langsung saudara kami yang tertimpa musibah. Meski saya bertugas di Pasangkayu, namun ada beban moril sebagai bentuk empati atas musibah ini,” kata Ketua Asosiasi DPRD Seluruh Indonesia ini. (Acho)

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saya ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab menyapa nama saya Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Co. Id, sebagai jembatan untuk mendapatkan informasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Co. Id jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!