Rabu , April 1 2020
Home / Ekonomi / Wou…Tambang Emas Raksasa Ditemukan di Palu

Wou…Tambang Emas Raksasa Ditemukan di Palu

Wow! Cadangan Emas Tambang Palu Grup Bakrie 3,9 Juta Ton Ore

Foto: PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) bakal memulai uji coba produksi di tambang emasnya Citra Palu, Palu. (Dok. BUMI)

Jakarta,  Tambang raksasa emas kembali ditemukan di Indonesia, yakni tambang emas Poboya yang berada di Palu, Sulawesi Tengah, dan digarap oleh Grup Bakrie melalui anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yakni PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). 

BRMS adalah anak usaha Grup Bakrie yang 36% sahamnya dipegang oleh Bumi Resources. “Proyek tambang emas tersebut memiliki jumlah cadangan sekitar 3,9 juta ton bijih dan jumlah sumber daya sekitar 7,9 juta ton bijih,” ujar CEO dan Direktur Utama BRMS Suseno Kramadibrata, dalam keterangan tertulisnya, Senin (07/10/2019).

Untuk diketahui, menurut hitungan BRMS, tiap ton ore yang ditambang berpotensi hasilkan 4,3 gram emas murni.

Melalui anak usahanya yang dimiliki sebesar 96,97%, PT Citra Palu Minerals, BRMS mengoperasikan lebih dari 85.180 hektare konsesi tambang emas di Sulawesi Tengah dan Selatan.

Menurutnya, pekerjaan konstruksi di tambang tersebut sudah selesai. “Kami harapkan agar fasilitas produksi tersebut dapat segera bekerja. Semoga uji coba produksi dari lokasi tambang Poboya dapat dimulai di kuartal ke-4 tahun 2019 ini.”

Proyek tambang emas Poboya di Palu yang dioperasikan oleh BRMS diharapkan dapat memulai uji coba produksinya di kuartal ke-4 tahun 2019 ini. Produksi di tahun pertama diproyeksikan sebesar 100.000 ton bijih. Level produksi tersebut diharapkan dapat naik menjadi 180.000 ton bijih pada tahun kedua.

Jika kegiatan penambangan mulus, produksi emas dari tambang di Palu ini bisa naik sampai 600.000 ton ore dalam beberapa tahun mendatang. Izin konstruksi dan produksi untuk tambang ini berlaku sampai 2050.

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saya ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab menyapa nama saya Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Co. Id, sebagai jembatan untuk mendapatkan informasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Co. Id jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!