Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Bahari, Bupati Majene Hadiri Pesta Nelayan di Lingkungan Tamo

MAJENE, – Bupati Majene, Dr. H. Andi Achmad Syukri, S.E., M.M., menghadiri acara Syukuran Pesta Nelayan yang dirangkaikan dengan berbagai lomba hiburan rakyat di Lingkungan Tamo dan Tamo Dhua, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Senin (5/1). Kegiatan ini merupakan bentuk pelestarian tradisi pesisir yang menggabungkan nilai religius dan kearifan lokal masyarakat Mandar.

Acara tahunan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPR RI Ajbar Abdul Kadir, perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan I Wayan Budiarta, Dandim 1401/Majene Letkol Czi I Made Bagus Asmara Putra, S.T., M.I.P., Kapolsek Banggae IPTU Edi Jatmika, S.H., serta jajaran Kepala Dinas, Camat, dan tokoh masyarakat setempat.

Syukuran Pesta Nelayan ini adalah tradisi turun-temurun yang dilaksanakan sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dari hasil laut yang menjadi sumber penghidupan utama warga. Selain itu, momentum ini diisi dengan doa bersama agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan dan perlindungan saat melaut, serta harapan akan hasil tangkapan yang lebih melimpah di masa depan.

Dalam sambutannya, Bupati Majene H. Andi Achmad Syukri menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat Lingkungan Tamo dan Tamo Dhua yang tetap konsisten menjaga warisan budaya ini.

“Pesta nelayan ini merupakan perpaduan harmonis antara ritual spiritual, penguatan nilai-nilai sosial, serta aktivitas ekonomi. Pemerintah daerah sangat mendukung kegiatan yang mampu mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antar nelayan seperti ini,” ujar Bupati.

Tak hanya sakral secara ritual, acara ini juga menjadi ajang hiburan bagi masyarakat luas. Berbagai lomba rakyat digelar guna menambah semarak suasana dan memperkuat rasa kebersamaan antar warga pesisir. Kehadiran para pejabat tinggi baik dari tingkat pusat maupun daerah menunjukkan besarnya dukungan terhadap eksistensi masyarakat nelayan di Kabupaten Majene.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kekayaan budaya bahari Majene dapat terus terjaga dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengembangan potensi lokal. Laut bagi masyarakat Tamo bukan hanya sekadar tempat mencari nafkah, melainkan ruang budaya yang harus dihormati dan dijaga kelestariannya.
Acara ditutup dengan penuh keakraban, mencerminkan kerukunan masyarakat Kelurahan Baurung dalam bingkai semangat kebersamaan.

Pesta Nelayan adalah perayaan tahunan khas masyarakat pesisir di Lingkungan Tamo dan Tamo Dhua. Selain doa selamat, acara ini menjadi ajang konsolidasi sosial bagi para nelayan untuk membahas keselamatan melaut dan keberlanjutan ekosistem laut sebagai warisan bagi generasi mendatang. (Rls/Abi)

Rekomendasi Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button