
Polewali -Puluhan tahun lamanya, warga di Dusun Lemo Tua dan Dusun Lemo Tua Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, harus berjuang melewati jalan rusak parah untuk beraktivitas sehari-hari. Kerusakan jalan sepanjang 2,5 km ini sudah berlangsung lebih dari 20 tahun dan hingga kini belum tersentuh perbaikan permanen.
Pantauan di lapangan, Rabu [8/72026], kondisi jalan dipenuhi lubang besar, bebatuan memicu debu bertebaran hingga memicu ancaman penyakit pernafasan bagi warga setempat.
“Kami sudah 20 tahun lebih seperti ini Pak. Dari saya masih sekolah sampai anak saya sekarang sudah kerja. Setiap hujan, motor tergelincir. Ibu-ibu hamil juga susah kalau mau ke Puskesmas akibat kondisi jalan yang rusak parah, ujar Darwis Warga Dusun Lemo Baru (58),, dengan nada kecewa.
Keluhan serupa juga disampaikan [Papa Wiwi salah seorang Tokoh Masyarakat setempat. Menurutnya, jalan tersebut merupakan akses utama bagi 2 dusun dan ratusan petani untuk mengangkut hasil pertanian mereka.
“Setiap panen, ongkos angkut jadi mahal karena mobil sering rusak. Hasil tani telat sampai, harga jadi jatuh,” jelasnya.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Polman melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang segera mengalokasikan anggaran untuk perbaikan. Mereka khawatir jika dibiarkan, akan memicu kecelakaan dan memperparah keterisolasian desa.
“Kami tidak minta muluk-muluk. Cukup diaspal agar anak-anak bisa sekolah dengan aman dan hasil tani kami lancar,” tambaahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas PUPR Kabupaten Polewali Mandar belum memberikan keterangan resmi terkait rencana perbaikan jalan tersebut.(mad)
—




