
MAJENE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan publik di bidang kebencanaan.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala BPBD Majene,, Suardi,S.Ag,M.Pd saat rapat internal di BPBD Majene, Senin, 1/9/2026
“Kami ingin masyarakat Majene merasakan pelayanan yang cepat, tepat, dan tidak berbelit. Bencana tidak menunggu jam kerja, maka layanan kami juga harus siap 24 jam,” tegasnya.

Dalam upaya peningkatan layanan, BPBD Majene meluncurkan 3 program unggulan:
1. *Layanan Aduan Bencana 24 Jam*
Masyarakat bisa melapor via call center, WhatsApp, dan media sosial resmi BPBD. Target respon ke lokasi maksimal 15 menit untuk wilayah kota.
2. *Desa Tangguh Bencana / Destana*
Tahun ini ditargetkan 10 desa baru mendapat pelatihan, simulasi, dan pembentukan relawan. Fokus di daerah rawan banjir, longsor dan angin puting beliung.
3. *Sekolah Siaga Bencana*
Edukasi kebencanaan masuk kurikulum muatan lokal. Siswa dilatih evakuasi mandiri dan pertolongan pertama.
“Pemerintah daerah mendukung penuh. Mari kita jadikan Majene sebagai kabupaten yang tangguh bencana,” ujarnya.
Kalaksa BPBD Majene menambahkan bahwa seluruh personel wajib mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas aparatur sipil negara.
Hingga saat ini BPBD Majene mencatat ada 5 kecamatan rawan bencana yang jadi prioritas: Banggae, Banggae Timur, Pamboang, Malunda, dan Sendana.***
Penulis Acoantara




