
MAJENE — Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Majene bersama anggota DLHK melaksanakan kegiatan pembersihan drainase di sejumlah titik wilayah Majene, Sabtu (10/10/2026).
Pembersihan tersebut menyasar kawasan BAZNAS, SD Negeri 2 Majene, dan sekitar Kantor DPRD Kabupaten Majene sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan serta memperlancar aliran air pada saluran drainase.
Di sisi lain, masyarakat menyampaikan harapan agar pembersihan juga dilakukan di kawasan Tundaq, tepatnya di perbatasan Kampung Baru, depan Kantor Kelurahan Labuang Utara.
Warga menilai kondisi drainase di lokasi tersebut perlu mendapat perhatian karena material tanah yang mengendap sudah menumpuk cukup tebal. Kondisi itu dikhawatirkan dapat menghambat aliran air apabila tidak segera dibersihkan.
Masyarakat berharap DLHK Majene dapat menindaklanjuti kondisi tersebut dengan melakukan pembersihan, termasuk pengerukan tanah yang menumpuk sesuai kebutuhan di lapangan.
Menanggapi persoalan kebersihan lingkungan, Kepala DLHK Majene menegaskan bahwa penanganan sampah bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah atau DLHK, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Persoalan sampah adalah tanggung jawab kita semua. Seluruh elemen masyarakat harus berpartisipasi dalam menangani persoalan sampah, bukan cuma DLHK,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran setiap warga untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
“Sampahmu adalah tanggung jawabmu,” menjadi pesan yang ditekankan untuk mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Upaya menjaga kebersihan drainase, menurut pesan tersebut, memerlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Selain kegiatan pembersihan secara berkala, kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga saluran air tetap bersih menjadi bagian penting dalam mencegah penyumbatan.
Dengan adanya kegiatan tersebut, masyarakat berharap pembersihan drainase dapat menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk kawasan Tundaq di perbatasan Kampung Baru, depan Kelurahan Labuang Utara, yang dikeluhkan mengalami penumpukan tanah.
Penanganan yang berkelanjutan diharapkan dapat menjaga fungsi drainase sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat Kabupaten Majene.




