
MAMUJU — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Polda Sulawesi Barat berlangsung penuh keceriaan. Kapolda Sulbar Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta bersama para Pejabat Utama (PJU), seluruh personel, dan Bhayangkari turut melepas penat dengan mengikuti berbagai lomba rakyat yang digelar dalam suasana penuh keakraban.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar Polda Sulbar untuk sejenak meninggalkan rutinitas dan kesibukan tugas, kemudian menikmati suasana kemerdekaan dengan penuh kebersamaan.
Salah satu perlombaan yang paling mengundang gelak tawa adalah lomba makan kerupuk berpasangan. Perlombaan dikemas secara unik, dengan kerupuk digantung menggunakan alat pancing dan peserta diwajibkan memakannya tanpa bantuan tangan.
Menariknya, Kapolda Sulbar bersama sejumlah Pejabat Utama Polda Sulbar ikut turun langsung dalam perlombaan tersebut. Mereka berpasangan dengan istri masing-masing, sehingga suasana semakin meriah dan menghibur.
Aksi para peserta yang berusaha menjangkau kerupuk dengan berbagai cara sontak mengundang sorakan, tepuk tangan, dan tawa riang dari para penonton. Tidak ada sekat antara pimpinan dan personel, semuanya larut dalam kegembiraan dan semangat kebersamaan.
Keceriaan pun terus berlanjut dalam berbagai lomba rakyat lainnya yang digelar sepanjang kegiatan. Semangat para peserta semakin bertambah dengan adanya hadiah hiburan, doorprize menarik, serta aneka jajanan khas perayaan kemerdekaan yang dibagikan untuk dinikmati bersama.
Di balik kesederhanaan lomba rakyat tersebut, tersimpan makna penting bagi keluarga besar Polda Sulbar. Kebersamaan, kekeluargaan, dan kerukunan menjadi energi positif yang mempererat hubungan antara pimpinan, personel, dan keluarga.
Momentum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik kedisiplinan dan beratnya tugas menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat, personel Polri juga membutuhkan ruang untuk membangun keakraban dan memperkuat soliditas.
Kapolda Sulbar bersama seluruh personel dan Bhayangkari menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan kegiatan resmi, tetapi juga melalui kebersamaan, kegembiraan, serta rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa.
Semarak lomba rakyat di Polda Sulbar akhirnya bukan sekadar ajang mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan meneguhkan semangat keluarga besar Polda Sulawesi Barat untuk terus bersama menjaga keamanan, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.




