Senin , November 30 2020
Home / Daerah / Pelaku UMKM di Desa Lombong Berharap Pemerintah Support Industri Kreatif

Pelaku UMKM di Desa Lombong Berharap Pemerintah Support Industri Kreatif

Majene – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Dusun Deking, Desa Lombong, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, berharap agar pemerintah setempat, ikut mensupport pengembangan industri kreatif sebagai bentuk kepedulian peningkatan ekonomi di daerah.

Calon wakil bupati Majene, Arismunandar Kalma saat mengikuti kegiatan silaturahmi dengan masyarakat Lombong Kecamatan Malunda.

“Selama ini pemerintah daerah kurang fokus melakukan pembinaan bagi pelaku UMKM. Padahal, kita punya potensi besar dengan banyaknya pengrajin industri kreatif seperti kerajinan berbahan bambu atau bosara. Sayangnya, pengrajin ini tidak mendapat ruang yang cukup sehingga sulit berkembang,” kata Nurlia salah seorang pengrajin asal Deking saat bertemu langsung calon wakil bupati Majene, Arismunandar Kalma di Malunda, 10/11/2020.

Menurutnya, Industri kreatif bisa berkembang dengan baik apabila pemerintah daerah melaluu dinas terkait membantu memasarkan baik melalui kegiatan pameran nasional maupun mencari pangsa pasar yang siap menerima hasil tangan dingin para pengrajin lokal.

Ditempat ini, calon wakil bupati Majene, Arismunandar Kalma, langsung merespon usulan para pengrajin industri kreatif yang ada di Malunda.

“Sesuai visi pasangan calon nomor urut dua AST-Aris yakni Unggul Mandiri dan Religius. Pemerintah daerah wajib memberikan ruang bagi pengembangan industri kreatif. Dengan begitu, pengrajin kita bisa Unggul dan Mandiri secara ekonomi,” kata Arismunandar Kalma.

Sudah saatnya kata dia, pemerintah mendorong kaum millenial ikut melakukan berbagai kegiatan demi menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi atau daya cipta bernilai komersial.

“Hasil kerajinan tangan itu tidak asal jadi. Pengrajin harus inovatif sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan punya branding atau ciri khas kedaerahan,” ujar Aris yang juga mantan Lurah Banggae ini.

Ia menambahkan, jika industri kreatif berkembang dengan pesat, maka ini juha bisa membuka lapangan kerja baru bagi generasi muda yang sulit mendapatkan lapangan kerja serta memaksimalkan tambahan penghasilan bagi kaum ibu rumah tangga.***

Penulis Acho Antara

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!