
.Pelatih Mesir, Hossam Hassan, baru saja meledakkan kontroversi besar di babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat menghadapi Argentina malam tadi !!
Kekalahan 3-2 untuk Tim Nasional Mesir menyisakan aroma kecurangan yang memicu kemarahan. Tensi pecah di menit ke-98 kala wasit asal Prancis, François Letexier, justru menghukum staf pelatih Mesir dengan kartu kuning. Padahal, Mesir saat itu memprotes pengabaian pelanggaran sebelum gol Lionel Messi—ironisnya, alasan serupa sempat dipakai sang wasit untuk membatalkan gol Mesir yang sebelumnya terjadi.
Merasa dicurangi, Hassan langsung merespons dengan menyilangkan pergelangan tangannya ke arah wasit. Di atas kertas (sesuai aturan baru FIFA sejak Mei 2024), gestur “X” adalah sinyal anti-diskriminasi untuk melaporkan rasisme. Namun, audiens dan pengamat sepak bola menangkap makna lain yang jauh lebih nakal. Aksinya ini membangkitkan memori insiden ikonik José Mourinho di tahun 2010 yang sengaja membuat gestur “borgol” untuk menyindir wasit telah “merampok” kemenangan bagi timnya.
Bersembunyi di balik aturan resmi FIFA demi untuk menyindir kepemimpinan wasit “seperti borgol” adalah manuver psikologis yang sangat tajam dari Hassan. Apalagi, federasi Mesir faktanya sudah menolak penunjukan wasit Prancis tersebut sejak awal turnamen.
“Di mana keadilan dalam olahraga? Di mana keadilan dalam sepak bola? Saya tidak akan basa-basi: kami telah menjadi korban ketidakadilan yang terang-terangan hari ini.”
“Itu adalah cara saya mengekspresikan posisi saya dan membela hak-hak saya, dan saya tidak akan menonton pertandingan lagi di turnamen ini.”
#beritatimnas
#fifaworldcup2026
#worldcup2026
#fifa2026
#pialadunia2026
#egypt
#argentina




