Kamis , Oktober 29 2020
Home / Daerah / Majene / Warga Limboro Kecewa Kondisi Infrastruktur Jalan Tak Disentuh

Warga Limboro Kecewa Kondisi Infrastruktur Jalan Tak Disentuh

Majene – Umumnya warga Desa Limboro Rambu-Rambu, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengaku kecewa lantaran kondisi infrastruktur dalam lima tahun terakhir, tak pernah disentuh oleh pemerintah daerah.

“Kita bisa melihat kondisi infrastruktur jalan mulai dari titik kilometer nol daerah Palla-Pallang hingga ke desa Limboro sudah hancur lebur. Pembangunan infrastruktur ini hanya kami rasakan saat bapak Kalma Katta menjabat sebagai bupati Majene,” kata Haris Tapa salah seorang tokoh masyarakat Desa Limboro dalam forum silaturahmi di Limboro, Jum’at, 19/9.

Menurutnya, kurangnya perhatian terhadap penanganan akses jalan ini tentu berdampak buruk terhadap kinerja ekonomi.

Maka dari itu kata Haris, momentum politiik Pilkada Majene tahun ini benar benar dimanfaatkan dengan memilih pasangan calon bupati dan wakil bupati Majene, Andi Achmad Sukri Tammalele bersama Arismunandar Kalma.

“Kami merasa kecewa terhadap kinerja pemerintah daerah yang sama sekali tak pernah memberi perhatian penangan infrastruktur. Bahkan sudah lima tahun terakhir, akses jalan tak pernah dibenahi,” keluh Haris yang juga mantan anggota DPRD Majene ini.

Haris juga mengingatkan kepada seluruh warga agar tidak tergiur kenikmatan sesaat atau praktek money politik. Tetapi, masyarakat harus membuka mata dan pikiran dengan memilih figur yang sekiranya mampu menghadirkan pembangunan untuk daerah ini.

Kedua pasangan calon bupati dan wakil bupati Majene, Andi Sukri Tammalele bersama Arismunandar Kalma, adalah figur kuat yang mampu menjawab kerisauan masyarakat selama ini.

Apalagi, sosok Arismunandar Kalma juga merupakan warga Limboro sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk memilih pasangan yang lain.

Ditempat yang sama, Anwar Lazim menyampaikan keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan tentu akan menjadi perhatian utama bagi pasangan Ast-Aris.

“Kondisi jalan yang kita lalui sepanjang jalan sudah sangat buruk, sehingga insya Allah, bila rakyat memberikan amanah terhadap dua kandidat kita tentu menjadi titik perhatian yang wajib dibenahi,” katsnya.

Pembangunan iinfrastruktur jalan yang menghubungkan Palla-Pallang hingga ke Desa Limboro merupakan urat nadi penggerek ekonomi.

Perlu dipahami kata Anwar, pasangan Ast-Aris juga merupakan garis turunan keluarga besar perpaduan dari Banggae dan Sendana. Kedua pasangan putra daerah ini tidak perlu diragukan lagi terhadap komitmennya untuk membangun daerahnya.

“Saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bisa bersatu padu memenangkan pasangan AST-Aris pada proses Pilkada pada tanggal 9 Desember. Tolong kabarkan kepada seluruh keluarga dan sahabat agar memilih pasangan Ast-Aris,” katanya.

Ketua Dewan Pembina Tim Keluarga AST-Aris, Kalma Katta, menyampaikan bahwa tuntutan besar dari masyarakat menjadi pertimbangan khusus majunya Andi Sukri Tammalele bersama Arismunandar di pilkada Majene.

” Kedua pasangan ini berlatar belakang ASN yang rela mundur sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Majene yang ingin hadirnya perubahan. Kami meyakini, masyarakat Limboro akan solid memenangkan pasangan AST-Aris,” katanya.

Sementara, AST berjanji akan memberi perhatian penuh terhadap percepatan akselerasi pembangunan infrastruktur jalan, sebagai urat nadi penggerek ekonomi bagi masyarakat.

“Tugas kita saat ini adalah kita bergerak solid untuk bisa meraih kemenangan di pilkada Majene. Setelah itu, segala permasalahan itu akan kita rumuskan melalui kebijakan program kerja lima tahun kedepan***

Penulis Acho Antara
Produksi by media Sulbar.com

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!