Senin , November 30 2020
Home / Wisata / Zulkifli Atjo Bangga Jadi Bagian Masyarakat Luaor

Zulkifli Atjo Bangga Jadi Bagian Masyarakat Luaor

Majene – Pelantun lagu khas tradisonal Mandar yang mempopulerkan “Sallang Salama” mengaku merasa bangga jadi bagian masyarakat Luaor, Desa Bonde, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene Sulawesi Barat.

“Jujur saja malam ini kami merasakan sebuah kebahagian yang luar biasa karena bisa berkumpul bersama keluarga besar yang ada di Luoar. Tentu kedatangan saya di Luaor berasa pulang kampung setelah sekian lama berada di kota Makassar, Sulawesi Selatan,” kata A.Zulkifli Atjo, SH, MH dalam acara puncak Mancing Ambu Atjo Sinrang Cup I Tahun 2020 yang digelar di pelataran Dermaga Tipalayo, Desa Bonde, Jumat malam, 20/11/2020.

Acara puncak Mancing Ambo (Ikan Barracouta/Barakota) diikuti 44 peserta di dua desa yakni Desa Bonde dan Bonde Utara, juga dihadiri jajaran Dinas Parawisata Kabupaten Majene, aparat kepala desa dan sejumlah tokoh masyarakat yang ada di Majene.

Selain kegiatan lomba Mancing Ambu juga dirangkaikan lomba kategori memasak jenis ikan Ambu yang menjadi khas tangkapan masyarakat Pamboang. Uniknya karena kuliner khas lokal Mandar Ambu ini rupanya tidak dimiliki daerah lainnya.

Zulkifli Atjo mengatakan, event ini berkarakter karena kegiatan seperti ini hanya terdapat di daerah Mandar. Apalagi, jika ikan Barakota atau Ambu dimasak ala khas Mandar, tentu lida merasakan sensasi yang tak pernah didapatkan di tempat-tempat kuliner di kota besar seperti Makassar, Jakarta, Palembang maupun kuliner daerah lainnya.

“Kami minta pemerintah daerah melalui Dinas Parawisata menjadikan potensi kearifan lokal ini diangkat untuk dilombakan setiap tahun di tingkat daerah. Kuliner khas ikan Ambu merupakan kekayaan daerah yang layak dijual untuk menarik minat masyarakat luar berkungjung ke Majene,” kata Zulkifli yang juga pelantung tembang khas Mandar bertajuk “Pamboang Pembolongan”.

Ia berjanji, jika pemerintah daerah Kabupaten Majene menjadikan kegiatan Mancing Ambu ditingkatkan menjadi event tahunan, maka ia bersama keluarga Mandar yang ada di rantau akan ikut mensupport dan mempromosikan kehadapan masyarakat luar pemerintah daerah.`

Sementara itu, Baswan salah satu warga Banggae yang juga merupakan rumpung keluarga Luaor, turut memberikan apresiasi terhadap Zulkifli Atjo selaku pihak sponsor yang telah merancang sebuah event Mancing Ambu yang pertama kali dilaksanakan di Luaor ini.

“Secara umum kegiatan lomba mancing dan lomba kuliner khas Ambu ini sangat positif. Paling tidak, para mancing mania dan kelompok ibu rumah tangga lebih kreatif meracik kuliner lebih dahsyat lagi sehingga menjadi breanding makanan khas Mandar yang dikenal di seantro nusantara ini,” kata Baswan saat acara jamuan makan malam bersama rombongan tim pemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut dua, Andi Syukri Tammalele-Arismunandar guna menikmati kuliner khas Ambu di salah satu rumah kerabatnya di Luaor.

Nomor Peserta 2 Jadi Pemenang Lomba Mancing Ambu Atjo Sinrang Cup I

Dalam lomba Mancing Ambu dan lomba memasak kuliner khas ikan Ambu bertajuk event Atjo Sinrang Cup I Tahun 2020, memperebutkan total hadian senilai Rp10.000.000 dan termasuk tropy Piala Bergilir. Sementara lomba meracik kuliner khas Ikan Ambu atau sejenis Barakota juga saling bersaing menjadi yang terbaik dari empat kelompok ibu rumah tangga yang berkompetisi.

Dari kegiatan mancing Ambu yang diikuti 44 peserta maka malam itu peserta nomor peserta 2, Malik berhasil menyabet juara pertama dengan bobot berat badan seniali 3,22 Kilogram (bonus 2 juta) dan juara kedua didapatkan oleh pemilik nomor peserta 58, Ali dengan bobot 3,175 kilogram (bonus 1,5 juta), juara ketiga diraih pemilik nomor urut 38, Hasan dengan bobot senilai 2,465 kilogram (bonus 1 jt) dan juara harapan 1 direbut Syamsuriady dengan bobot ikan senilai 2,435 kilogram (bonus 5 ratus ribu).

Juara Pertama Lomba Masak kuliner khas tradisional Mandar, Ambu.

Sementara lomba masak kuliner khas Ambu yang berhasil meraih juara pertama didapatkan oleh kelompok nomor peserta 06 yang dimotori, Masniah, Hj.Mardiana, Hj.Hasna dan Hj.Hapsa. Peraih juara pertama kuliner khas ikan Ambu mendapatkan bonus senilai Rp2 juta dan juara kedua mendapatkan bonus sebesar Rp1,5 juta, juara ketiga senilai Rp1 juta dan harapan I mendapatkan bonus sebesar Rp500 ribu rupiah.***

Penulis: Awies
Editor: Acho Antara

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!