oleh

Prihatin Angka Putus Sekolah Meningkat, AST-ARIS: Kami Akan Lakukan Ini….

Majene – Pasangan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Majene Andi Syukri Tammalele-Aris Munandar Kalma prihatin terhadap angka putus sekolah yang setiap tahunnya terjadi di Majene. Minggu, 22 November 2020.

Andi Syukri Tammalele yang juga sebagai bakal calon bupati majene pada pilkada 9 desember 2020, menuturkan, tentu saya sangat prihatin melihat kondisi yang ada sekarang ini, dimana para generasi kita berhak bersekolah itu justru akan berhenti akibat beban biaya sekolah cukup tinggi.

Calon bupati Majene Andi Achmad Sukri Tammalele

“Jika masyarakat majene memberikan kami mandat sebagai pasangan nomor urut 2 problem demikian akan kami prioritaskan untuk segera di benahi”, Kata AST.

AST juga menyampaikan, saya punya pengalaman mengurusi masalah pendidikan karena saya pernah menduduki jabatan sebagai kadis pendidikan sulbar. Makanya itu, bicara soal pendidikan sedikit banyaknya kami memahami.

Calon Wakil Bupati Majene, Arismunandar Kalma

Senada dengan calon wakil bupati Majene, Arismunandar Kalma yang juga mantan Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) lingkup pemerintah kabupaten Majene menanggapi hal tersebut.

Kami pasangan calon nomor urut 2 memiliki slogan “Majene Unggul, Mandiri dan Religius” dimana bicara soal pendidikan tentunya akan di komparasikan dengan SDM yang unggul serta berkemajuan.

“Bukan hanya itu, kami juga memiliki keinginan menghadirkan pemerintahan yang bersih, berbudaya serta religius di kabupaten Majene. Mengingat Majene sebagai daerah yang masih begitu kental menganut nilai-nilai ke agamaan dan budaya”, tutup Aris.***

Penulis: Akbar

Editor Acho Antara

Produksi by media sulbar.com

 

Tentang Penulis: Acho Ahmad

Gambar Gravatar
Pemilik nama lengkap Aco Ahmad Andi Hamid merupakan CEO Mediasulbar Group sekaligus Pendiri dan pemimpin Umum Kantor Berita Online mediasulbar.com kini tengah fokus merambah bisnis industri media dengan meningkatkan performa kualitas sajian berita aktual yang terjadi di daerah. Awalnya saya mencoba belajar jadi koresponden di stasion Metro TV untuk penugasan areal liputan Mamuju pada tahun 2004. Namun saat itu masih sebatas magang dan hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya saya hijrah ke kota Palu di tahun 2006, dan bekerja di koran Harian Mercusuar Sulteng. Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi. Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan. Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar.com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!!