Senin , November 30 2020
Home / Daerah / AST-Aris Siapkan Strategi Pemulihan Ekonomi Dampak Corona
Calon bupati dan Wakil Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele-Arismunandar, siapkan lankah strategis pemulihan ekonomi dampak corona.

AST-Aris Siapkan Strategi Pemulihan Ekonomi Dampak Corona

Majene – Pasangan calon bupati dan wakil Bupati Majene, Sulawesi Barat, Andi Achmad Syukri Tammalele – Arismunandar Kalma (AST-ARIS), telah menyiapkan langkah strategis guna mengatasi dampak virus corona, apabila diberikan kepercayaan masyarakat pada ajang kontestasi politik Pilkada 09 Desember 2020.

“Saat ini tentu seluruh masyaratak Indonesia, termasuk di daerah kita merasakan dampak wabah virus corona (covid-19). Bukan hanya permasalahan upaya penanggulangan penyebaran virus, tetapi wabah itu memicu terhadap sistem perekonomian masyarakat yang kian merosot. Kita bisa melihat situasi para pelaku usaha menangah hingga kecil merasakan terjadinya perubahan omset dari kondisi sebelumnya. Ini yang harus kita pulihkan bagi para calon kepala daerah yang nantinya dipilih oleh masyarakat,” kata calon bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele di Majene, Selasa, 3/11/2020.

Tugas berat bagi setiap calon kepala daerah yang terpilih kata AST, adalah upaya pemulihan ekonomi masyarakat. Pemerintah daerah punya tugas berat yang harus dicarikan solusi agar kedepan geliat ekonomi kembali normal.

Salah satu upaya yang harus dilakukan tentu berusaha menarik sebanyak mungkin investasi melalui berbagai keterbukaan informasi, kemudahan layanan perizinan, hingga penerapan berbagai platform digital atau aplikasi yang memudahkan investasi.

Sehingga, lanjutnya, para investor bisa dengan mudah mengeksplorasi area potensial investasi di delapan kecamatan yang saat ini perlu dilakukan penanganan di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kelautan hingga infrastruktur.

Sementara kata dia, peran aparat Polri dan TNI juga bisa dimaksimalkan dalam rangka optimalisasi pemulihan ekonomi bagi masyarakat Majene dimasa depan.***

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!