Minggu , Juni 7 2020
Home / Hukum / Bain Ham Siap Lapor Pemotongan BLT Desa Taan ke Penegak Hukum

Bain Ham Siap Lapor Pemotongan BLT Desa Taan ke Penegak Hukum

Mamuju – Koordinator Dewan Pengurus Wilayah Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (DPW BAIN HAM RI) Sulawesi Barat, Basri Sangkala, menyampaikan segera mengumpulkan bukti kuat terkait pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Desa Taan, Kecamatan Tappalang, Kabupaten Mamuju, Sulbar untuk dilaporkan ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulbar.

Pemotongan bantuan dampak Covid-19 di Desa Taan, kini mendadak jadi perbincangan setelah ada pemotongan dengan dalil pemerataan.

Dari data yang dihimpun mediasulbar.com semua warga penerima BLT hanya menerima Rp300.000 dari , jumlah jatah sebesar Rp 600.000.

Basri menyebut, pemotongan BLT dilakukan oleh oknum aparat desa setempat. Warga pun hanya bisa pasrah menerima bantuan disaat mereka mengalami masa sulit ditengah Pandemi virus Corona.

Karena itu, kasus pemotongan BLT ini akan kita adukan secara resmi ke pihak Kejati selaku tim pendamping bantuan sosial bernama BLT.

Basri menguraikan, alasan pemerataan tak bisa dirasionslkan. Sebab, sebelum disalurkan dana itu maka diawali musyawarah desa terkait calon penerima BLT.

Kemudian, kata dia sistem proses pendataan seperti apa? Jangan sampai, alasan pemotongan untuk pemerataan hanya kedok memanfaatkan uang rakyat untuk dikorupsi.

“Kita akan bawa masalah ini ke aparat hukum. Biarlah pihak yang berwajib menuntaskan permasalahan ini yang saat ini jadi trending topik di sosial media (Sosmed) akhir akhir ini,” terang Basri.***

Penulis Acoantara
Produksi by media sulbar.com

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!