Beranda SULAWESI BARAT Mamuju BBM Sulbar Langka, Kapolda Minta Warga Lapor Jika Ada Penimbunan

BBM Sulbar Langka, Kapolda Minta Warga Lapor Jika Ada Penimbunan

0

MAMUJU – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menjadi perhatian Kepolisian Daerah Sulawesi Barat. Kondisi tersebut terjadi di tengah kesulitan masyarakat mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite dan Solar.

Menanggapi situasi tersebut, Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta meminta masyarakat berperan aktif dengan melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan adanya indikasi penimbunan atau praktik penyalahgunaan distribusi BBM.

Kapolda Sulbar menegaskan, jajaran intelijen kepolisian terus melakukan pemantauan di lapangan untuk mengidentifikasi berbagai potensi kecurangan yang dapat mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat.

“Rekan-rekan dari intelijen selalu membuka telinga dan mata terkait potensi penimbunan BBM. Kami tidak menutup diri, jika masyarakat memiliki informasi yang akurat, berikan kepada petugas. Pasti akan kami tindak lanjuti dengan tindakan kepolisian,” tegas Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta.

Menurutnya, informasi dari masyarakat sangat penting untuk membantu kepolisian mengungkap apabila terdapat pihak-pihak yang sengaja melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Di sisi lain, Kapolda Sulbar juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan karena khawatir terhadap isu kelangkaan. Kepanikan justru dinilai dapat membuat antrean di SPBU semakin panjang.

Kapolda memastikan distribusi pasokan BBM dari Pertamina tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan pada masing-masing SPBU.

“Masyarakat tidak perlu panik untuk membeli BBM di waktu yang bersamaan. Tetap tertib sesuai aturan dan jangan berebut,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama kabar yang belum diketahui sumber dan kebenarannya.

Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kepanikan dan membuat masyarakat berbondong-bondong mendatangi SPBU dalam waktu yang bersamaan.

“Mohon jangan mudah termakan provokasi berita di media sosial. Lakukan pengecekan terlebih dahulu agar tidak memicu kepanikan,” tambahnya.

Tiga Tersangka Karhutla Ditangkap

Selain menyoroti persoalan ketersediaan BBM, Kapolda Sulbar juga menyampaikan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sulawesi Barat.

Irjen Pol Adi Deriyan Jayamarta mengatakan, sejumlah titik api yang tersebar di enam kabupaten di Sulbar kini berhasil dikendalikan melalui sinergi TNI, Polri bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

Penanganan karhutla tersebut tidak hanya dilakukan melalui upaya pemadaman dan pencegahan, tetapi juga diikuti dengan langkah penegakan hukum terhadap pihak yang diduga sengaja melakukan pembakaran lahan.

Sebagai bagian dari proses hukum, Polresta Mamuju telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pembakaran lahan.

Penetapan tersangka tersebut menjadi bentuk komitmen kepolisian untuk menindak tegas praktik pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan dan masyarakat.

Kapolda Sulbar menegaskan, kepolisian akan terus melakukan pemantauan terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk distribusi BBM serta ancaman karhutla.

Masyarakat pun diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut berperan menjaga situasi tetap kondusif dengan menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran di lingkungan masing-masing.