
MAJENE – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Gunung Para-Parang, Kecamatan Banggae Timut, Kabupaten Majene, semakin membesar dan mulai mendekati pemukiman warga, Jum’at (23/10/2026) petang.

Pantauan di lapangan hingga pukul 19.30 WITA, kobaran api dan kepulan asap tebal sudah terlihat dari jarak sekitar 100-200 meter dari rumah warga di pegunungan Para-Parang atau kawasan pengembangan Kampus Universitas Sulawesi Barat.
Warga pun terlihat panik. Sejumlah warga terlihat mulai memadamkan api dengan peralatan seadanya.
“Apinya besar sekali dari atas gunung. Angin kencang sekali jadi api cepat turun ke bawah. Debu dan asapnya sudah masuk ke rumah,” kata Husen salah seorang penghuni kos-kosan di pemukiman Dusun Para-Parang yang rumahnya berada di kaki gunung.
Kepala Sekretaris BPBD Majene, Mas’ud, ST yang turun langsung memimpin pemadaman mengatakan, kondisi di lapangan telah berhasil diatasi setelah dua unit armada pemadam kebakaran dikerahkan.
Hingga berita ini diturunkan, luas lahan yang terbakar di Para-Parang diperkirakan sudah mencapai dua Hektare* dan terus meluas. Jenis vegetasi yang terbakar adalah ilalang, semak belukar, dan pohon jati muda milik warga.
BPBD Majene meminta warga Dusun Para-Parang untuk tetap siaga dan tidak melakukan aktivitas di sekitar hutan pada malam ini. (Advedtorial)
Penulis Acoantara




