oleh

Milenial Aris Intens Membangun Komunikasi Dikalangan Pemuda

Pimpinan Umum Mediasulbar.com, Andi Acho Ahmad, AH

Oleh : Acho Antara

Generasi Millenial yang ada di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, saat ini semakin intens memperhatikan dinamika perkembangan politik di Bumi Assamallewuang ini.

Meski tensi politik semakin memanas, namun para millenial sebagai basis suara yang mencapai angka 30 persen, juga tak mau ketinggalan guna mengkampanyekan para bakal calon kepala daerah yang ikut bertarung di pilkada 9 Desember 2020.

Komunitas Millenial ini tentu merupakan pemilih cerdas yang tidak serta merta memberikan dukungannya kepada salah satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon), tanpa melalui pertimbangan yang cukup matang.

Dari dua kemungkinan Bapaslon yang saat ini mengemuka maju di Pilkada, generasi Millenial Majene rupanya cenderung menjatuhkan pilihannya kepada figur Bapaslon Andi Achmad Sukri Tammalele berpasangan Arismunandar Kalma.

Bapaslon Ast-Aris Kalma ini merupakan figur yang representatif perpaduan pemimpin yang mewakili kaum Millenial dan sosok figur sang birokrat senior, Andi Achmad Sukri Tammalele dengan jabatan terakhir sebagai Sekda Majene.

Arismunandar Kalma yang saat ini usianya sudah menapaki 35 tahun dengan latar belakang pendidikan alumni IPDN dan mantan Ketua KNPI Majene, jadi magnet bagi generasi Millenial.

Konsep program yang ditawarkan Bapaslon Ast-Aris Kalma, tentang pemberdayaan potensi lokal dan mendorong kemandirian para pemuda menjadi titian harapan dari rasa galau yang dirasakan pemuda lokal dalam empat tahun terakhir ini.

Saat ini, beberapa kelompok generasi Millenial terlihat ikut merespon pilkada dengan membuat group WhatsApp Millenial Arismunandar serta aktif bersosialisasi tawaran jitu bagi Bapaslon melalui sosial media (Sosmed).

“Generasi Millenial mesti menjadi lokomotif atau garda terdepan guna mensukseskan Pilkada tahun ini. Kita harus turun bersosialisasi maupun memanfaatkan konten sosmed untuk ikut menyuarakan calon pemimpin yang bisa memikirkan dan melahirkan ide kreatif untuk masa depan Majene,” kata koordinator Millenial Arismunandar, Asri Samuel Muhammad di Majene dalam diskusi generasi Millenial di Majene, Minggu, 13/9.

Kaum milenial ini memiliki alasan kuat sehingga mendukung AST, salah satunya karena menilai sebagai birokrat berpengalaman dan pak Aris merupakan representasi calon pemimpin yang masih nudah, energik, cerdas serta dianggap punya komitmen yang kuat berjuang untuk kesejahteraan masyarakat .

Kata dia, sosok Arismunandar Kalma memiliki gagasan program pemuda kreatif yang mendorong untuk tampil dengan mandiri. Menurutnya, hal seperti itulah yang dibutuhkan milenial saat ini.

“Gerakan kami akan lebih massif berkampanye baik turun langsung ke masyarakat atau memanfaatkan sosmed, menyampaikan visi misi dan program dari AST-Aris. Kami ingin masyarakat memilih calon dengan melihat figur serta program yang akan dilaksanakan. Pemuda dan milenial harus ada di depan dalam memberikan pendidikan politik yang baik,” tegas Asri.****

Penulis: Acho Antara
Produksi: by mediasulbar.com

.

]

Tentang Penulis: Acho Ahmad

Gambar Gravatar
Pemilik nama lengkap Aco Ahmad Andi Hamid merupakan CEO Mediasulbar Group sekaligus Pendiri dan pemimpin Umum Kantor Berita Online mediasulbar.com kini tengah fokus merambah bisnis industri media dengan meningkatkan performa kualitas sajian berita aktual yang terjadi di daerah. Awalnya saya mencoba belajar jadi koresponden di stasion Metro TV untuk penugasan areal liputan Mamuju pada tahun 2004. Namun saat itu masih sebatas magang dan hanya mampu bertahan beberapa bulan saja. Selanjutnya saya hijrah ke kota Palu di tahun 2006, dan bekerja di koran Harian Mercusuar Sulteng. Seiring berjalannya waktu, tepat akhir tahun 2008, ajakan pulang kampung oleh bapak H Muhammad Saal (Mantan Wakil Bupati Kabupaten Pasangkayu) untuk mendirikan Koran Suara Sulbar yang berkedudukan di Rangas, Mamuju dengan posisi jabatan selaku Pemimpin Redaksi. Namun perusahaan koran ini rupanya usianya hanya setahun saja, sehingga saat itu pun saya cukup stress telah kehilangan pekerjaan. Ujian itu tidak berlangsung lama karena perum LKBN Antara Biro Sulselbar membuka lowongan kerja untuk klasifikasi wartawan. Sebelum mundur di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun sebetulnya lebih awal mendirikan media online Mediasulbar.com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat sejak tahun 2015. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..!!!