
MAJENE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene menghadirkan inovasi baru. Selain fokus pada penanggulangan bencana, BPBD kini mengelola Bank Sampah yang hasilnya diolah menjadi pupuk organik.
Program ini diluncurkan pada di halaman belakang Kantor BPBD Majene, Rabu,27/8/2026.

Kepala Pelaksana BPBD Majene, Suardi, S.Ag,M.Pd mengatakan ide ini muncul dari keprihatinan terhadap tumpukan sampah dan maraknya pembakaran sampah yang bisa memicu Karhutla di musim kemarau.
“Sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, dan ranting kalau dibakar bisa jadi pemicu kebakaran. Makanya kami kumpulkan dan olah jadi pupuk,” ujar Kalaksa BPBD Majene.
Dalam program ini, BPBD berencana bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan kelompok PKK. Setiap personil dan warga sekitar diajak memilah sampah dari rumah. Sampah organik masuk ke “Bank Sampah BPBD” lalu diproses dengan metode komposter dan fermentasi EM4.
“Kita butuh tiga bulan maka sampah organik sudah jadi pupuk kompos. Hasilnya kami gunakan untuk penghijauan kantor dan kami bagikan ke kelompok tani yang membutuhkan,” jelas Suardi.
Sampah anorganik seperti plastik dan botol dipilah lalu disetor ke pengepul. Hasil penjualannya digunakan untuk membeli bibit tanaman dan alat kebersihan.
Sekretaris BPBD Majene, Mas’ud menambahkan, “Ini bentuk mitigasi berbasis komunitas. Kalau lingkungan bersih, risiko bencana juga berkurang. Sekaligus menghemat anggaran untuk beli pupuk.”ujarnya.
Bupati Majene, Andi Achmad Syukri mengapresiasi langkah BPBD. “Saya minta ini jadi contoh SKPD lain. Tanggap bencana tidak hanya saat kejadian, tapi juga mencegah dari hulu dengan menjaga lingkungan,” kata Bupati.**
Penulis Acoantara




