
Makassar MS – Ratusan orang kader Nahdlatul Ulama ( NU ) dari provinsi Sulbar dan Sulsel tampak memenuhi ruangan KM. Darma Rucitra tujuan pondok pesantren ( ponpes ) Tambakberas jombang, Jawa timur.
Beberapa pengurus dan banom NU yang berada di atas kapal di antaranya, PCNU, GP, Ansor, fayatat,.muslimat, serta Gerakan pemuda Nahdyinsurabaya, Pagar nusa, IPNU, serta PMII, yang berasal dari berbagai jenjang kepengurusan.
Mereka berangkat ke lokasi muktamar secara resmi Atau tidak liar ( romli) dari beberapa kabupaten. Di atarannya kab. Luwu utara, Luwu timur, Jeneponto Bantaeng, Pare-Pare, Polman, Mamuju dan Majene.
Rombongan muktamar tersebut berangkat dari pelabuhan makassar menuju surabaya pada rabu, 26 Agustus dan tiba pada 27 Agustus 2026 di pelabuhan tanjung perak surabaya.
Rombongan Gp.Ansor Sulbar direncanakan akan menunggu penjemputan dari panitia setempat dan langsung menuju lokasi muktamar di ponpes tambak beras jombang.
Dua malam perjalanan, di atas kapal, rombongan GP. Ansor Sulbar cukup menikmati perjalanan karena fasilitas kapal cukup membantu dan mudah di akses. Seperti ruang informasi dan cafetaria.
Bukan hanya itu, fasilitas kapal juga dilengkapi dengan musallah, perpustakaan mini, miniCafe, tempat karaoke, wahana bermain anak, ruang menyusui, wahana joging, dan ruang cukur rambut.
Selain itu, KM Darna Rucitra juga menyediakan hiburan malam dengan musik elekton yang dapat dinikmati oleh semua penumpang kelas ekonomi.
Selama perjalanaan, para penumpang cukup terhibur dengan hiburan musik elekton tersebut karena menampilkan dua orang artis atau biduan dari kota surabaya.
Dari balik sudut sudut kapal, tampak para penumpang menikmati perjalanan dengan menghibur diri dengan cara yang berbeda. Ada yang menonton TV, ada yang bermain kartu, ada juga yang berbagi kisah tentang kehidupan pribadi.
Cerita penumpang diatas kapal, bukan hanya soal.muktamar, bukan juga cuma cerita tentang gerakan umat. tetapi ada banyak cerita yang dapat kita jadikan pelajaran dan hikmah di dalamnya.
Ada cerita seorang bapak yang bekerja di morowali, mencari nafkah jauh dari keluarga. Ada ibu yang cerita tentang sulitnya pekerjaan. Ada pula anak muda Ansor yang berdiskusi soal Ansor masa depan sampai kegiatan muktamar di jombang.
Seluruh kader NU dari berbagai tingkatan kepengurusan tampak lega dan bahagia karena tiba dengan selamat di pelabuhan tanjung perak surabaya untuk bersiap menunggu penjemputan.**




