Selasa , Maret 2 2021
Home / Daerah / Peduli Gempa Sulbar, Rektor Al-Khairaat Temui Warga Takandeang

Peduli Gempa Sulbar, Rektor Al-Khairaat Temui Warga Takandeang

 

MAMUJU – Sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene-Mamuju Provinsi Barat (Sulbar), Rektor Universitas Alkhairaat (Unisa) Palu, Dr. Aris Askara Pas bersama rombongan langsung menyambangi masyarakat yang menjadi korban terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Majene-Mamuju.

“Kami jauh jauh datang dari kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) guna meneruskan amanah teman teman menitipkan logistik untuk warga Sulbar guna meringankan beban akibat musibah ini,” kata Rektor Al-Khairat saat menyalurkan bantuan di Desa Takandeang, Kecamatan Tappalang, Mamuju, Sabtu, 23/1/2020.

Menurutnya, peristiwa gempa bumi yang mengguncang Sulbar ikut meluluhlantakkan pemukiman warga hingga gedung pemerintahan.

Maka dari itu kata Aris, masyarakat terdampak langsung akibat bencana gempa bumi harus banyak bersabar seraya mendekatkan diri kepada Allah SWT, agar peristiwa ini tak terulang kembali dan dijauhkan dari marabahaya.

“Masyarakat Sulbar harus lebih kuat. Saya yakin, badai ini segera berlalu dan kembali menata kehidupan yang lebih baik lagi,” katanya.

Aris membuka diri bagi masyarakat yang terdampak korban gempa bumi jika ada putra putrinya yang melanjutkan pendidikan di Unisa Palu, maka ia siap mengakomodir untuk menempuh pendidikan di Sulteng.

Ditempat yang sama, Penanggungjawab Relawan BKPRMI Sulbar, Suardi menyebutkan penghargaan dan terima kasih atas kepedulian teman-teman organisasi kemasyarakatan (Ormas) dari Sulteng, telah meluangkan waktunya datang ke Sulbar.

“Atas nama pribadi saya sampaikan penghargaan atas dedikasi dan ketulusan para relawan maupun ormas yang sudi meluangkan waktunya datang ke Mamuju dan Majene, untuk meringankan beban bagi korban gempa. Kedatangan para relawan tidak hanya memberikan bantuan logistik, tetapi juga memberikan semangat bagi masyarakat yang terdampak bencana alam,” katanya.***

Penulis Acho Antara

 

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu juga ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibawah naungan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!