Beranda SULAWESI BARAT Majene PRESIDIUM PERJUANGAN TOMATAPPA BERSATU – IKHTIAR MENJAGA MARTABAT DAN MASA DEPAN DAERAH

PRESIDIUM PERJUANGAN TOMATAPPA BERSATU – IKHTIAR MENJAGA MARTABAT DAN MASA DEPAN DAERAH

3
Screenshot

OPINI

Oleh : Mr.budi (ketua Presidium PTB)

Presidium Perjuangan Tomatappa Bersatu bukan sekadar sebuah wadah organisasi, melainkan sebuah gerak nurani yang lahir dari kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya kemajuan daerah. Ia hadir sebagai bentuk ikhtiar bersama untuk menata masa depan Tomatappa dengan lebih baik—lebih mandiri, lebih bermartabat, dan lebih berdaya dalam menentukan arah pembangunan sendiri. Dalam arus perubahan zaman yang kian cepat, Tomatappa tidak boleh hanya menjadi penonton bagi kemajuan daerah lain, melainkan harus berdiri tegak sebagai subjek yang merancang dan menggerakkan masa depannya.

Perjuangan presidium ini pada hakikatnya bukan untuk memecah belah, bukan pula untuk mempertebal identitas kedaerahan sempit, tetapi justru untuk mewujudkan keadilan pemerataan pembangunan yang selama ini dirasakan belum optimal. Banyak wilayah yang kaya potensi tetapi terhambat oleh sentralisasi perhatian dan arah pembangunan. Tomatappa memiliki sejarah, budaya, sumber daya manusia, dan kekuatan sosial yang mumpuni untuk tumbuh lebih cepat jika diberi ruang pengelolaan yang lebih mandiri. Dan presidium ini hadir untuk memperjuangkan ruang tersebut.

Tentu, perjuangan ini memerlukan kesadaran kolektif. TOMATAPPA Bersatu bukan sekadar nama, tetapi pesan besar yang mengandung tekad agar kita meninggalkan sekat-sekat kecil yang selama ini seringkali menjadi penghalang kemajuan. Hilangkan perbedaan kampung, garis keturunan, kepentingan kelompok, atau ambisi sesaat. Karena masa depan tidak dibangun oleh ego, tetapi oleh kebersamaan yang terhormat. Sejarah membuktikan bahwa suatu daerah akan maju bukan karena banyaknya sumber daya, tetapi karena kuatnya solidaritas masyarakat dalam memperjuangkan hak dan kesempatan yang sama.

Presidium juga menjadi ruang dialog antar elemen—tokoh masyarakat, pemuda, tokoh adat, intelektual, hingga ibu-ibu rumah tangga yang suaranya seringkali tidak terdengar. Semua berkumpul demi satu cita-cita: pembangunan yang adil, pelayanan yang dekat, dan masa depan yang cerah bagi generasi mendatang. Dalam presidium ini, setiap suara bernilai. Tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah. Yang ada adalah kesetaraan dalam perjuangan dan niat baik untuk memajukan tanah kelahiran.

Namun perjuangan ini tidak boleh berjalan dengan emosi semata. Ia harus berlandaskan kajian, data, pendekatan budaya, diplomasi yang elegan, dan langkah-langkah strategis yang terukur. Kita harus pandai berdialog dengan pemerintah pusat dan daerah, memahami regulasi yang berlaku, serta merumuskan argumentasi yang kuat dan visioner. Sebab perjuangan besar hanya akan berhasil jika dijalankan dengan kecerdasan, kesabaran, dan tata kelola yang baik.

Mungkin akan ada mereka yang tidak sepakat. Mungkin akan ada yang menganggap perjuangan ini terlalu sulit, terlalu panjang, atau bahkan tidak mungkin. Namun sejarah menunjukkan bahwa perubahan besar selalu lahir dari keberanian segelintir orang yang percaya pada masa depan, bukan dari mereka yang pasrah pada keadaan.

Hari ini, kita berada pada momen penting. Momen untuk memilih: tetap diam dan membiarkan waktu berlalu, atau melangkah maju demi masa depan Tomatappa yang bermartabat.

Presidium Perjuangan Tomatappa Bersatu telah memilih langkahnya: berjuang.
Dan perjuangan ini bukan hanya tentang kita yang hidup hari ini, tetapi tentang anak cucu yang kelak akan merasakan hasilnya.

Karena tanah kelahiran bukan diwariskan dari leluhur untuk kita nikmati, tetapi dipinjam dari generasi yang akan datang untuk kita perjuangkan.**