
Majene – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, telah menetapkan status siaga darurat dampak elnino kemarau dan kekeringan yang melanda daerah ini.
Ancaman nyata peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutala) dalam sepekan terakhir telah terjadi di beberapa titik. Namun yang menjadi kendala yang terjadi adalah minimanya pasokan anggaran untuk biaya operasional petugas khususnya biaya suplai kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Kepala Pelaksana BPBD Majene, Suardi,S.Ag,M.Pd menyampaikan, kasus Karhutala dalam sehari saja bisa mencapai dua hingga tiga titik. “Kita sudah keluarkan status siaga darurat menghadapi ancaman badai elnino. Dibalik upaya itu, kami dihadapkan situasi minimnya anggaran yang disiapkan dalam anggaran tahun ini. Makanya, kami berharap, ada penambahan anggaran baik melalui BTT atau dukungan pembiayaan lainnya,”ujarnya.
Suardi menyampaikan hal tersebut usai melakukan pemadaman Karhutla di wilayah Desa Bonde, Minggu, 16/8/2026.

“Selain faktor cuaca panas dan pembakaran lahan, kami temukan dekat lahan kering. Ini sangat berbahaya. Satu percikan api saja bisa memicu kebakaran besar,” ujar Kalaksa BPBD Majene
BPBD Majene bersama TNI, Polri, dan Damkar kini gencar melakukan patroli dan sosialisasi ke 8 kecamatan, terutama di titik-titik rawan seperti Banggae, Sendana, dan Tubo Sendana.
Camat Sendana, Nardi mendukung langkah ini. “Kami sudah instruksikan kepala desa untuk melakukan koordinasi untuk melakukan pencegahan Karhutala.
BPBD juga mengimbau pemilik kebun agar tidak membakar sisa lahan. “Kalau mau buka lahan, gunakan cara mekanis. Jangan bakar. Apalagi saat ada angin kencang,” tambahnya.
Penulis:Aco Antara




