Kamis , Oktober 29 2020
Home / Daerah / Yusran: Majene Mesti Dipimpin Sosok Yang Paham Budaya Mandar

Yusran: Majene Mesti Dipimpin Sosok Yang Paham Budaya Mandar

Majene – Tahapan Pilbub kabupaten majene telah dimulai. Atmosfer pertarungan politik sudah sangat terasa. Beberapa figur yang memberikan label pada dirinya sebagai kandidat mulai menarik simpatik bahkan bergerak massif menggalang suara masyarakat.

Tahun 2020 kini telah menjadi puncak perhelatan dalam kontestasi politik di kota Majene. Berbagai program dan strategi dari para kandidat semakin gencar dilakukan untuk meraih titik nurani masyarakat.

Namun tidak banyak kandidat yang mendapat simpatik dari kalangan pemuda. Sebab di kacamata anak muda, kota Majene saat ini menginginkan sosok pemimpin yang perkataannya selaras dengan perbuatan.

Hal ini diutarakan oleh Yusran Sumoharjo salah seorang relawan milenial Aris Munandar yang telah memutuskan pilihannya kepada AST-ARIS sebagai calon Bupati Dan Wakil Bupati Majene jauh sebelum memasuki tahapan pilkada 2020.

Menurut anak muda itu, Cullang sapaannya, Majene adalah kota pendidikan, berbudaya, religius dan bermartabat. Sehingga harus dipimpin oleh sosok yang paham budaya, adat istiadat serta sejalan kata dan perbuatanya, dan itu hanya dimiliki oleh sosok pasangan AST-ARIS.

“AST-ARIS adalah pilihan yang tepat bagi anak muda Majene. Hanya beliaulah yang paham dan mengerti kebutuhan anak muda Saat ini”, kata Culcul sapaan akrab Yusran

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, anak muda Majene selain menginginkan pemimpin yang paham budaya dan adat istiadat, ia juga mengharapkan sosok pemimpin yang ber-akhlakul karimah.

“Sehingga Kita semua sebagai anak muda dapat mengikuti dan menjadikan contoh setiap tindakan dan perilaku calon tersebut”.

Saya Sangat berharap kedepan, Mari Anak Muda kita Bangkit dan bersatu mengantarkan keterwakilan kita anak muda sebagai perumus kebijakan di kota Majene.

“inggae’ Siola -Ola Ma’asarai Pa’banua”. Wattunnami AST-ARIS. tutupnya.***

About admin

Awalnya saya tak pernah berpikir untuk menjadi jurnalis. Pada tahun 2006, saya dipaksa untuk menjadi pewarta oleh om MP yang saat itu bekerja di koran harian Mercusuar, Palu, Sulteng. Sejak itu, meski harus tertatih-tatih, akhirnya profesi ini saya geluti dengan serius untuk menjadi jurnalis yang profesional. Tepat tahun 2008, saya milih hijrah dari Palu ke Mamuju untuk mengembankan koran Suara Sulbar. Namun usianya hanya setahun sehingga saat itu ikut memberanikan diri melamar di perusahaan BUMN LKBN Antara Biro Sulselbar. Bekerja di kantor berita negara ini cukup lama. Bahkan masyarakat Sulbar lebih akrab mengenal nama saya dengan sapaan Acho Antara alias A. Acho Ahmad AH. Selepas bekerja di LKBN Antara pada tahun 2017, saya pun mendirikan media online Mediasulbar. Com dibaeah naingan PT Media Sulawesi Barat, sebagai jembatan untuk menyalurkan informasi, edukasi bagi masyarakat Sulbar. Kami bertekad kuat, kelak mediasulbar. Com jadi referensi oleh pembaca berita guna kemajuan daerah di Tanah Malaqbi Mandar.. Wassalam..
error: Content is protected !!