Beranda Advertorial Bupati Majene Beri Penghargaan,Siswa di Selamatkan Bahasa Mandar dari Kepunahan Lewat FTBI

Bupati Majene Beri Penghargaan,Siswa di Selamatkan Bahasa Mandar dari Kepunahan Lewat FTBI

0

MAJENE,- Bupati Majene Dr. H. Andi Achmad Syikri Tamalele, SE.MM menyerahkan Piagam Penghargaan Kepada Siswa yang membawa nama harum Daerah. Daei Ancaman kepunahan bahasa daerah memicu pergerakan baru di Sulawesi Barat. Pelajar berprestasi dari Majene kini dipersiapkan masuk ke arena kompetisi yang lebih besar.

“Kontingen Majene siap menguji taji di tingkat Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat,” ujar panitia penyelenggara saat mengawal persiapan tim di Majene, beberapa waktu lalu. Langkah ini menjadi tindak lanjut cepat usai Festival Tunas Bahasa Ibu 2026. Persaingan antar-pelajar kini bergeser ke level antar-kabupaten.

Bupati Majene melalui Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Majene langsung tancap gas melakukan pembinaan. Para duta bahasa muda digembleng agar makin matang. Fokus pembinaan mencakup cabang pidato, mendongeng, komedi tunggal, hingga penulisan cerita pendek. Penguasaan bahasa Mandar menjadi kunci utama penilaian. Muh. Abqary Adha dari SDN 24 Inpres Luaor menjadi tumpuan di kategori pidato SD putra. Pelajar ini terus mematangkan teknik olah vokal.

Reski asal SDN 58 Pangale juga makin gencar berlatih untuk kategori putri. Ia membawa misi besar memperatahankan tradisi tutur lokal.

Kategori mendongeng SD putra mengandalkan Muhammad Azka dari SDN 58 Pangale. Pendalaman karakter cerita terus ditingkatkan jelang keberangkatan. SMPN 3 Majene menjadi penyumbang utusan terbanyak untuk jenjang sekolah menengah pertama. Konsistensi pembinaan sekolah ini kembali diuji. Ahmad Zaki dan Syahwa Salsabila MD siap menggebrak panggung pidato SMP. Keduanya menjadi wakil resmi kategori putra dan putri. Muh. Farhan melengkapi kekuatan skuad SMPN 3 Majene pada cabang mendongeng putra. Ekspresi dan penguasaan panggung terus diasah.

Nurfitra dari SMPN 6 Majene mengisi posisi krusial di cabang mendongeng putri. Penampilannya diharapkan mampu memukau dewan juri regional.

Benteng Terakhir Pelestarian Bahasa Ibu Wakil dari panggung komedi tunggal dan penulisan cerpen turut mematangkan persiapan. Humor cerdas dan cerita lokal jadi senjata utama.