Beranda Advertorial Dinkes Majene Perkuat Sistem Rujukan Berjenjang dan Tata Laksana Gizi Buruk demi...

Dinkes Majene Perkuat Sistem Rujukan Berjenjang dan Tata Laksana Gizi Buruk demi Sukseskan Program Cegah Stunting

3

Majene – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Majene terus bergerak masif dalam menekan angka stunting melalui penguatan peran tenaga kesehatan. Upaya ini diwujudkan lewat pelaksanaan kegiatan pencegahan stunting yang berfokus pada optimalisasi sistem rujukan berjenjang dan tata laksana gizi buruk.

Kegiatan strategis ini berlangsung di Villa Bogor Leppe, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, pada Kamis (02/07/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majene, Dra. Hj. Yuliani, M.Adm.Pemb., menegaskan bahwa intervensi gizi tidak boleh longgar, terutama pada periode emas anak.

Beliau mematahkan anggapan keliru bahwa anak yang lahir dengan kondisi fisik normal sudah pasti aman dari stunting.”Meskipun lahir dengan berat dan panjang normal, anak bisa mengalami stunting jika kebutuhan nutrisinya tidak terpenuhi dengan baik pada 1.000 hari pertama kehidupannya, yaitu dari dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Periode ini sangat krusial bagi tumbuh kembang anak,” ujar Hj. Yuliani saat dikonfirmasi di lokasi kegiatan.

Untuk mengupas tuntas strategi medis dan pemenuhan nutrisi tersebut, Dinkes Majene menghadirkan pakar kesehatan anak dan gizi, Prof. Dr. dr. Aida Julianti A. Baso, Sp.A.Subs.NPM(K), Sp.GK, sebagai narasumber utama.

Dalam paparannya, beliau membedah urgensi tata laksana gizi buruk yang komprehensif serta pentingnya ketepatan diagnosis dini di tingkat fasilitas kesehatan primer agar anak-anak yang berisiko dapat segera diselamatkan dari ancaman stunting.

Jalannya diskusi teknis dan pendalaman materi kedokteran semakin tajam dengan dipandu oleh Nur Ekawati, S.Si, Apt selaku moderator. Kehadiran fasilitator dokter spesialis anak, dr. Nina Cici Hasnani, Sp.A, juga memberikan kontribusi besar dalam menjembatani pemahaman para peserta.

Melalui simulasi dan studi kasus, dr. Nina membekali para tenaga kesehatan mengenai alur rujukan berjenjang yang cepat, tepat, dan tanpa hambatan birokrasi yang rumit.

Tujuan utama dari kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kesehatan Majene ini adalah menurunkan angka kejadian stunting secara signifikan.

Langkah ini juga menjadi pondasi penting untuk menciptakan generasi masa depan Majene yang sehat, cerdas, serta produktif.

Melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan bersama para pakar tersebut, pemerintah daerah berkomitmen memastikan perbaikan gizi dan pola asuh berjalan tepat sasaran sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun (1000 Hari Pertama Kehidupan/HPK).

Dengan sinergi antara narasumber ahli, fasilitator medis, dan berjalannya sistem rujukan berjenjang yang efektif, diharapkan setiap anak yang berisiko di Kabupaten Majene dapat segera ditangani secara medis dan nutrisional oleh fasilitas kesehatan terkait secara cepat dan akurat.