
Laporan : Budi Basir
Ketua PAC GP ansor Kec. Malunda.
Keikutsertaan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Barat dalam Muktamar ke-35 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, menjadi momentum penting bagi kader Nahdlatul Ulama (NU) di Sulawesi Barat untuk mempererat silaturahmi, memperluas wawasan organisasi, serta mengambil bagian dalam agenda besar perjalanan NU.
Tidak hanya GP Ansor Sulawesi Barat, sejumlah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Sulawesi Barat juga turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan Muktamar ke-35.
Keikutsertaan bersama ini menunjukkan bahwa warga dan kader NU di Sulawesi Barat memiliki komitmen yang kuat untuk terus berkontribusi dalam perkembangan organisasi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Perjalanan rombongan GP Ansor Sulawesi Barat menuju lokasi muktamar ditempuh dengan melalui jalur darat dari Polewali Mandar (Polman) menuju Makassar, Sulawesi Selatan, dengan tujuan utama Pelabuhan Makassar.
Perjalanan tersebut menjadi bagian tersendiri dari semangat kebersamaan para kader yang ingin hadir langsung dalam momentum penting organisasi.
Setibanya di Pelabuhan Makassar, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Jawa Timur menggunakan kapal laut KM Dharma Rucitra. Perjalanan laut tersebut menjadi kesempatan bagi para pengurus dan kader untuk membangun komunikasi, memperkuat kebersamaan, sekaligus mempersiapkan diri mengikuti berbagai agenda yang akan berlangsung selama Muktamar ke-35.
Dalam rombongan tersebut hadir Koordinator Wilayah GP Ansor Sulawesi Barat, Busrah, Ketua PC GP Ansor Polewali Mandar, Sudianto, bendahara, sekum PC Yusran, Budi Basir, dari GP Ansor majene, oengurus fatayat, serta sejumlah pengurus GP Ansor lainnya.
Kehadiran para pimpinan dan pengurus ini menunjukkan keseriusan GP Ansor Sulawesi Barat dalam mengikuti agenda nasional organisasi sekaligus membawa semangat dan aspirasi kader-kader Ansor dari Sulawesi Barat.
Selain rombongan GP Ansor, PCNU Majene juga turut melakukan perjalanan menuju Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, untuk mengikuti Muktamar ke-35.
Bergabungnya berbagai unsur NU dari Sulawesi Barat mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan persaudaraan dalam tubuh organisasi.
Momentum Konsolidasi dan Silaturahmi
Menurut pandangan kami, keikutsertaan GP Ansor dan PCNU se-Sulawesi Barat dalam Muktamar ke-35 bukan sekadar menghadiri kegiatan organisasi.
Lebih dari itu, momentum ini dapat menjadi ruang konsolidasi, silaturahmi, dan pertukaran gagasan bagi para kader NU dari berbagai daerah.
Muktamar merupakan forum penting untuk melihat arah perjalanan organisasi ke depan. Karena itu, kehadiran kader dari Sulawesi Barat diharapkan tidak hanya menjadi simbol partisipasi, tetapi juga dapat membawa pengalaman, gagasan, serta aspirasi dari daerah untuk menjadi bagian dari pembahasan dan dinamika NU secara nasional.
Perjalanan panjang dari Sulawesi Barat menuju Jombang juga memperlihatkan bahwa jarak bukan menjadi penghalang bagi kader-kader NU untuk mengambil bagian dalam agenda besar organisasi. Dari perjalanan darat Polman-Makassar, dilanjutkan melalui jalur laut dengan KM Dharma Rucitra, hingga akhirnya menuju Jawa Timur,
seluruh rangkaian perjalanan tersebut menjadi bagian dari semangat pengabdian dan kebersamaan.
Membawa Semangat Kader Sulawesi Barat
Kehadiran Busrah selaku Koordinator Wilayah GP Ansor Sulawesi Barat, Sudianto selaku Ketua PC GP Ansor Polman, bersama bendahara dan jajaran pengurus lainnya, diharapkan dapat memperkuat posisi dan kontribusi GP Ansor Sulawesi Barat dalam dinamika organisasi di tingkat nasional.
Begitu pula dengan kehadiran PCNU Majene dan PCNU lainnya dari Sulawesi Barat. Kebersamaan tersebut menjadi gambaran bahwa NU di Sulawesi Barat terus bergerak, membangun konsolidasi, dan menjaga hubungan erat dengan struktur serta kader NU di seluruh Indonesia.
Tampak hadir ketua PCNU kab. Majene Hssyim.harun , sekum.serta lengurus lainnya juga ikut serta bersama di atas kapal
Muktamar ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas Jombang
pada akhirnya bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya para pengurus dan kader NU, tetapi juga menjadi ruang untuk meneguhkan kembali semangat perjuangan, pengabdian, persaudaraan, dan komitmen terhadap masa depan Nahdlatul Ulama.
Dengan semangat tersebut, GP Ansor dan PCNU se-Sulawesi Barat diharapkan dapat kembali ke daerah dengan membawa pengalaman, gagasan, dan energi baru untuk memperkuat gerakan organisasi serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Sulawesi Barat.**




